Ferry kemudian menyoroti tingginya angka kegagalan UMKM. Ia menyebut, sekitar 50 persen UMKM gagal pada tahun pertama, sementara sekitar 95 persen tidak mampu bertahan hingga lima tahun pertama.

Dari berbagai penyebab tersebut, kata dia, sebagian besar ternyata bukan disebabkan oleh kualitas produk maupun strategi pemasaran.

"Sebanyak 88,7 persen dari semua kegagalan tersebut penyebabnya tak lain adalah kesalahan manajemen," katanya.

Temuan itu, menurut Ferry, cukup mengejutkan karena banyak orang selama ini menganggap kegagalan bisnis lebih sering dipicu oleh produk yang kurang bagus atau strategi pemasaran yang tidak efektif.

Padahal, lanjut Ferry, persoalan manajemen justru menjadi faktor yang paling menentukan keberlangsungan sebuah usaha.

"Kebanyakan dari kita mungkin merasa penyebab utama bisnis gagal itu produknya atau marketing-nya. Tapi ternyata enggak juga. Penyebab utama suatu bisnis gagal justru hal yang jarang terlihat, tapi diam-diam jadi biaya paling mahal dalam bisnis kita, yaitu manajemen," ungkap Ferry.

Lebih lanjut, Ferry menilai, persoalan manajemen kerap menjadi ‘gajah di dalam ruangan’, yakni masalah besar yang sebenarnya ada di depan mata tetapi sering diabaikan oleh para pelaku usaha.

Karena itu, Ferry mengajak para pemilik UMKM untuk mulai mengevaluasi sistem pengelolaan bisnis mereka, bukan hanya berfokus pada penjualan atau promosi.

"Pertanyaannya, kenapa UMKM bisa terjebak dalam masalah ketidakefisienan ini? Apa sebenarnya masalahnya?,” tutup Ferry.

Baca Juga: Ingin Bisnis Naik Level? Ini Strategi Scale Up ala Theo Derick