Kali ini, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti sikap Jaksa Agung ST Burhanuddin yang sampai saat ini tak memberi pernyataan apa pun atas kasus korupsi dan Tindak pidana pencucian uang yang dilakukan eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Mahfud heran dengan sikap Jaksa Agung ST Bahrudin yang terkesan pasif dalam kejahatan luar biasa yang dilakukan mantan bahannya itu, padahal sebelum kasus Febrie terungkap ST Bahrudin kata Mahfud kerap tampil di depan publik dan menyatakan bakal menindak tegas jaksa bermasalah yang kerap main proyek.
Baca Juga: Febrie Ardiansyah, Algojo Beringas Peliharaan Jokowi yang Dihabisi Jokowi Sendiri
"Kita tanya nggak ada jaksa yang boleh lagi minta-minta proyek. Ini bukan minta proyek, merampok. Kalau minta, saya minta BGN gitu. Itu kan kan minta, bisa asal dipenuhi syarat-syaratnya mungkin," kata Mahfud dilansir Selasa (14/7/2026).
"Tapi ini perampokan dan dia (Jaksa Agung) diam sampai sekarang. Terus mana? Katanya mau copot gitu nggak boleh ada lagi. Mulai sekarang mana ini? Siapa si Febrie ini? Kan jaksa juga," temannya.
Mahfud mengatakan, ST Bahrudin seharusnya bisa tampil gagah berani di hadapan publik setelah kasus Febrie yang mencoreng nama baik Kejaksaan Agung (Kejagung) namun hingga kini ST Bahrudin sama sekali tak memberi pernyataan apapun termasuk soal pengunduran diri Febrie.
"Lalu (Febrie) disuruh mundur di tengah malam. Mundurnya kan tengah malam. Dan jaksanya sampai sekarang ini cuma Kapuspenkumnya aja Anang kan yang umumkan itu. Kenapa? Dalam hal yang sebesar ini ya kok dia (ST Burhanuddin) diam aja," tegasnya.
Dalam pernyataan, mantan Ketua MK ini sempat menyinggung pernyataan ST Bahrudin setahun lalu.
Saat itu, Jaksa Agung memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran kejaksaan agar tidak menyalahgunakan jabatan, termasuk meminta proyek kepada pihak mana pun.
"Saya ingatkan tidak ada lagi yang namanya bermain proyek. Tidak ada lagi jaksa yang minta-minta ngemis-ngemis minta proyek. Coba lakukan itu dan ingat akan aku tindak. Ingat ini adalah peringatan terakhir untuk kalian. Siapapun Anda, belakangmu siapa? Aku tindak dengan keras," katanya kala itu.
Jaksa Agung juga menegaskan akan mencopot siapa pun yang terbukti menyalahgunakan jabatan.
Baca Juga: Prabowo Sudah Tahu Siapa Bekingan Febrie Adriansyah
"Karena ini perbuatan tercela penyalahgunaan jabatan lainnya. Jika ditemukan masih ada pegawai yang tidak mengindahkan peringatan ini, maka jabatan saudara akan saya copot," pungkasnya.