Nama Ayu Dewi kembali menjadi sorotan setelah sempat menerima hadiah satu truk Redensity 1 dari sang suami, Regi Datau, menjelang hari jadi pernikahan mereka. Momen tersebut membuat banyak orang penasaran dengan rahasia kulit sehat dan glowing yang dimiliki presenter sekaligus entrepreneur itu.

Di balik popularitas skin booster Redensity 1, Ayu ternyata memiliki satu ritual yang hampir tidak pernah ia lewatkan sebelum menjalani treatment apa pun, yakni Facial Ekstraksi Hydro. Bahkan, karena begitu identik dengan dirinya, perawatan tersebut dijuluki sebagai "Facial Bu Ayu" di ZAP Premiere.

Menurut Ayu, facial menjadi langkah awal yang penting sebelum menjalani treatment lanjutan karena kulit perlu dibersihkan terlebih dahulu agar berada dalam kondisi optimal.

Baca Juga: Satu Dekade Perjalanan ZAP Menyatukan Kecantikan dan Kepedulian Sosial

"Kalau aku, facial itu hampir nggak pernah aku skip. Buat aku kulit harus dibersihkan dulu sebelum lanjut ke treatment lain. Karena kulit yang bersih itu fondasi dari semuanya," ujar Ayu Dewi berdasarkan keterangan resmi yang diterima Olenka pada Selasa (14/07/2026). 

Bagi Ayu, facial bukan sekadar membersihkan wajah. Di tengah kesibukannya sebagai publik figur, ibu, pengusaha, dan istri, perawatan tersebut juga menjadi waktu untuk merawat diri sekaligus menjaga kesehatan kulit agar siap menerima treatment berikutnya.

Chief Clinical Officer ZAP, dr. Dara Ayuningtyas, menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap facial dan skin booster merupakan dua jenis perawatan yang harus dipilih salah satu. Padahal, keduanya memiliki fungsi berbeda dan justru saling melengkapi.

Baca Juga: Cantik Saat Lebaran ZAP Masuk Tahun ke-10, Gandeng Habib Jafar dan HMNS Lewat Kampanye 'CANGI'

"Facial berfokus pada proses membersihkan kulit, sedangkan skin booster membantu menjaga hidrasi dan meningkatkan kualitas kulit. Karena itu dokter akan menentukan urutan treatment berdasarkan hasil konsultasi dan kebutuhan setiap pasien," jelas dr. Dara.

Ia menjelaskan, Facial Ekstraksi Hydro di ZAP Premiere terdiri dari beberapa tahapan dalam satu sesi, mulai dari hydra dermabrasion, steaming, ekstraksi komedo secara lembut, hingga tahapan relaksasi.

Rangkaian tersebut membantu membersihkan pori-pori dari minyak berlebih, sisa makeup, sel kulit mati, serta kotoran yang menumpuk di permukaan kulit sehingga wajah terasa lebih bersih, segar, dan terawat.

"Membersihkan kulit secara menyeluruh merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan kulit. Setelah kondisi kulit dievaluasi dan dipersiapkan sesuai kebutuhannya, dokter dapat menentukan apakah pasien memerlukan treatment lanjutan seperti skin booster," tambahnya.

Setelah menjalani facial, Ayu mengaku memilih Redensity 1 sebagai salah satu treatment favoritnya. Skin booster asal Swiss tersebut mengandung kombinasi hyaluronic acid, amino acids, antioksidan, mineral, dan vitamin yang berfungsi membantu menjaga hidrasi sekaligus meningkatkan kualitas kulit.

"Yang aku suka dari Redensity itu hasilnya tetap natural. Kulit terasa lebih sehat, lebih lembap, lebih fresh, tapi tetap kelihatan seperti diri sendiri," kata Ayu.

Di ZAP Premiere, Redensity 1 dapat diaplikasikan melalui dua teknik berbeda sesuai kondisi kulit pasien. Teknik pertama adalah Baby Glow, metode khas ZAP Premiere yang menggunakan delapan titik injeksi strategis untuk meminimalkan downtime sekaligus menjaga distribusi skin booster tetap merata.

Sementara itu, Papule Technique dilakukan melalui beberapa titik mikro pada wajah agar penyebaran skin booster lebih menyeluruh sesuai kebutuhan kulit masing-masing pasien.

Baca Juga: Prevalensi Obesitas Meningkat, ZAP Perkenalkan Pendekatan Beauty Longevity Lewat Program Z-Weight Loss

Menurut dr. Dara, kedua teknik tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni membantu meningkatkan hidrasi dan kualitas kulit. Pemilihan metode dilakukan berdasarkan hasil konsultasi dokter serta kondisi kulit setiap pasien.

Bagi Ayu, perawatan kulit bukan soal menentukan treatment mana yang paling penting, melainkan memahami urutan yang tepat sesuai kebutuhan kulit.

"Kalau aku selalu mulai dari facial dulu. Setelah kulit terasa bersih dan nyaman, baru lanjut Redensity untuk membantu menjaga skin quality. Buat aku dua treatment ini saling melengkapi," tuturnya.

Ia menilai kulit yang sehat tidak diperoleh dari satu treatment yang sedang populer, melainkan dari kebiasaan merawat kulit secara konsisten serta menjalani perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit di bawah pengawasan dokter.