PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp76,6 triliun selama tahun 2025. Jumlah ini meningkat 17,35% secara year-on-year (YoY) dibandingkan tahun sebelumnya, dari Rp65,3 triliun di tahun 2024.

Sementara itu, laba kotor ERAA yang tercatat selama periode tersebut sebesar Rp8,35 triliun dengan margin laba kotor sebesar 10,9%. Di sisi lain, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp1,20 triliun, meningkat 15,83% dibandingkan 2024.

Baca Juga: Permata Bank Bukukan Laba Bersih Rp3,6 Triliun Sepanjang 2025

"Kinerja solid di 2025 menunjukkan ketahanan bisnis Perseroan di tengah dinamika pasar, didukung oleh penguatan portofolio merek, ekspansi jaringan ritel secara selektif, serta optimalisasi berbagai momentum konsumsi sepanjang tahun. Ke depan, kami akan terus memperkuat fondasi bisnis Perseroan melalui pengembangan vertikal usaha serta perluasan ekosistem ritel guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Hasan Aula, Wakil Direktur Utama PT Erajaya Swasembada Tbk, dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (30/3/2026).

Dari sisi kontribusi bisnis, segmen cellular phones & tablet masih menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan bersih ERAA dengan kontribusi sebesar 78,42%. Sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis di luar handset, berbagai segmen lainnya juga mencatatkan pertumbuhan yang positif dan semakin memperkuat kontribusinya terhadap kinerja Perseroan secara keseluruhan.

Melalui pengembangan berbagai vertikal bisnis, ERAA terus memperluas kehadirannya di berbagai sektor, termasuk aksesoris dan perangkat pendukung, ritel gaya hidup aktif, serta food & nourishment. Sepanjang tahun 2025, Perseroan melalui entitas anak usahanya berhasil menambahkan sejumlah merek baru yang strategis ke dalam portofolio bisnis, antara lain CHAGEE pada segmen Erajaya Food & Nourishment; kemudian XPENG, sebuah merek kendaraan istrik (EV); serta ANTA dan Wilson, dua merek ritel apparel olahraga melalui vertikal Erajaya Active Lifestyle. Penambahan merek-merek tersebut semakin memperkuat strategi diversifikasi Perseroan serta mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Memasuki tahun ke-30 sejak didirikan pada tahun 1996, ERAA terus memperkuat langkah ekspansi bisnis sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Hingga akhir Desember 2025, ERAA telah mengoperasikan 2.333 jaringan ritel yang tersebar di Indonesia, serta didukung oleh 70 pusat distribusi.