Program 3 juta rumah gagasan Presiden Prabowo Subianto diklaim punya multi efek, program itu disebut -sebut tak hanya sekadar pengadaan hunian layak bagi masyarakat, lebih dari itu program ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari menyebut program 3 juta rumah punya andil besar dalam menggenjo pertumbuhan ekonomi nasional lantaran meningkatnya permintaan terhadap rantai pasok domestik. Program ini juga berdampak positif bagi usaha, baik skala lokal maupun nasional.

Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga Makin Defensif, Mirae Asset Sekuritas Tunjuk Sektor Ini sebagai Peluang

"Eksekusi Program Tiga Juta Rumah memicu reaksi berantai dan multiplier effect yang menggerakkan roda ekonomi dari skala usaha mikro hingga korporasi besar," ujarnya, dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta dilansir Kamis (16/4/2026). 

Qodari mengatakan, program tersebut dapat meningkatkan permintaan setidaknya 185 industri turunan yang terbagi ke dalam dua kelompok, yakni industri hulu dan hilir.

Di sisi hulu, program ini dapat meningkatkan utilisasi produksi material dasar seperti semen, baja ringan, keramik, batu bata, genteng dan cat.

Sementara di sisi hilir, dapat menggeliatkan permintaan bagi UMKM furnitur, produsen alat elektronik rumah tangga, desain interior, serta jasa asuransi dan perbankan.

Menurut Qodari, peningkatan permintaan di sektor hilir akan semakin intensif setelah serah terima rumah dilakukan.

"Pembangunan rumah mengaktifkan sedikitnya 185 industri turunan yang terbagi dalam dua kelompok utama," katanya.

Selain itu, konstruksi tiga juta rumah juga dapat menyerap pekerja terampil dan nonterampil. Di mana pembangunan satu unit rumah tapak rata-rata dapat melibatkan lima hingga tujuh pekerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Bahkan, program ini juga membuka peluang kerja bagi profesi pendukung seperti arsitek, insinyur sipil, dan mandor bangunan. Diharapkan juga bermanfaat bagi tenaga kerja di luar proses konstruksi seperti pekerja pabrik material, sopir logistik hingga pelaku sektor informal atau pedagang makanan di sekitar lokasi proyek.

Baca Juga: Deretan Negara yang Diprediksi Aman Jika Terjadi Perang Dunia Ketiga: Indonesia Ada dalam Daftar!

"Program ini telah menciptakan ekosistem ekonomi baru yang membuka peluang kerja riil bagi masyarakat," pungkas Qodari.