PT Dupoin Futures Indonesia menggelar Regulatory & Industry Roundtable 2026 di restoran Basque de Tapas, Gedung Noble House, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Februari 2026. Acara berlangsung dalam format makan siang bersama dan dihadiri 45 tamu undangan dari lintas institusi. Forum ini mempertemukan manajemen perusahaan dengan regulator, Self-Regulatory Organization (SRO), pemerintah daerah, pelaku industri, media, serta mitra strategis perusahaan.

Dari unsur regulator dan SRO hadir perwakilan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Bank Indonesia, Jakarta Futures Exchange (JFX), Kliring Berjangka Indonesia (KBI), serta Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO). Turut hadir perwakilan pemerintah daerah, perusahaan pialang berjangka, pemimpin redaksi media nasional, serta mitra teknologi dan bisnis Dupoin.

Baca Juga: Dupoin Futures Sasar Akses Air Bersih bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

Baca Juga: 5 Tahun Dupoin: Membangun Kepercayaan, Literasi, dan Masa Depan Perdagangan Berjangka di Indonesia

Direktur Utama Dupoin Futures, Gunawan Herman, menyatakan 2026 menjadi fase transformasi teknologi perusahaan. Dupoin akan memperkuat infrastruktur dan ekosistem trading melalui pengembangan AI-Driven Insights untuk meningkatkan presisi analisis pasar, sistem eksekusi berkecepatan tinggi, serta penguatan keamanan melalui Automated KYC dan perlindungan digital terintegrasi.

“Kami ingin memastikan sistem yang efisien, aman, dan berbasis teknologi, sekaligus tetap selaras dengan prinsip kepatuhan,” ujarnya.

Selain penguatan teknologi, Dupoin juga memaparkan program edukasi dan literasi perdagangan berjangka sepanjang 2026 guna mendorong pengembangan industri yang lebih transparan dan berkelanjutan.

Dari sisi regulator, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) Bappebti, Ima Siti Fatimah, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Dupoin Futures. Ia menyatakan bahwa Bappebti sepanjang tahun 2025 aktif memberikan penilaian pertriwulan kepada pialang berjangka yang mencerminkan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang solid dalam menjalankan kegiatan usaha perdagangan berjangka.

Sebagai informasi, Dupoin juga memperoleh penilaian Grade A+++ pada periode Januari-Juni 2025 dari Bappebti sebagai bentuk pengakuan regulator atas konsistensi kepatuhan dan tata kelola perusahaan.

Sementara itu, Rudianto Setiawan selaku Kepala Anggota Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia menyampaikan harapannya terhadap perkembangan industri ini. “Ke depan, industri perdagangan berjangka diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Melalui forum ini, Dupoin menegaskan komitmennya memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan regulator, SRO, pelaku industri, serta media. Dupoin mengajak kolaborasi yang lebih erat dan berdampak luas dengan regulator dan ekosistem jasa keuangan sebagai upaya Dupoin memimpin pertumbuhan industri pialang berjangka lebih lebih maju dan dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.