Bagi odapus, lanjut Prof. Zubairi, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena paparan lingkungan dapat menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu masalah kesehatan.
Karena itu, pembatasan aktivitas di luar rumah menjadi salah satu langkah yang dianjurkan selama kondisi erupsi masih berlangsung.
Prof. Zubairi juga meminta odapus memperhatikan kondisi tubuh masing-masing. Jika gejala lupus kembali kambuh atau semakin berat, pasien disarankan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penyesuaian pengobatan.
"Jadi untuk odapus apalagi, jadi batasi keluar rumah. Kalau keluar rumah tadi pakai kacamata, pakai masker, pakai baju lengan panjang, warna cerah," tuturnya.
Ia menambahkan, beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain nyeri sendi yang semakin mengganggu, sariawan, hingga kerontokan rambut yang semakin berat.
"Kemudian kalau masih lupusnya kambuh juga, nyeri sendinya mengganggu banget, kemudian keluhan-keluhan lain misalnya sariawan atau rambut rontok makin berat, maka waktunya segera ke dokter untuk penyesuaian obat," jelas Prof. Zubairi.
Penyesuaian terapi, lanjut dia, dapat dilakukan sesuai dengan kondisi pasien. Dalam situasi tertentu, dosis obat yang sedang dikonsumsi dapat disesuaikan atau dokter dapat mempertimbangkan kombinasi dengan obat lain.
"Jadi kadang-kadang dosis obat yang sekarang diminum perlu dinaikkan atau perlu kombinasi dengan obat baru," katanya.
Meski demikian, Prof. Zubairi menekankan bahwa masyarakat, khususnya odapus, tidak perlu diliputi kekhawatiran berlebihan.
Menurutnya, kewaspadaan dan langkah pencegahan tetap menjadi hal utama untuk menghadapi kondisi tersebut.
"Namun, tidak usah terlalu khawatir karena semua bisa dicegah dan bisa ditangkal dengan penyesuaian obat-obatan. Jadi memang kita perlu waspada namun tidak perlu khawatir berlebihan," pungkas Prof. Zubairi.
Baca Juga: Jakarta dan Sekitarnya Dikepung Abu Vulkanik, Kemenkes Beri Peringatan Keras, Hindari 3 Hal Ini