“Bayangin, pada situasi seperti itu, kalian semua ngerokok atau nge-vape. Yang masuk bukan udara bersih yang berkualitas, tapi polutan-polutan itu menyebabkan terbentuknya radikal bebas di tubuh yang justru merusak jantung, otot, serta tubuh kalian,” kata dr. Bobby.

Ia juga mengibaratkan kondisi tersebut seperti tubuh yang sedang membutuhkan asupan terbaik untuk pemulihan, tetapi justru diberikan paparan zat berbahaya.

“Bayangin, tubuh lagi ngebuka dirinya untuk mendapatkan nutrisi terbaik, kalian justru kasih racun,” tuturnya.

Lebih jauh, dr. Bobby juga mengingatkan, perasaan segar setelah berolahraga tidak bisa dijadikan alasan untuk membenarkan kebiasaan merokok ataupun menggunakan vape. Dampak kebiasaan tersebut tidak selalu langsung dirasakan, tetapi paparan berulang dapat meningkatkan risiko kesehatan dalam jangka panjang.

“Walaupun kalian merasa segar setelah olahraga, itu bukan pembenaran kalian bisa dan aman untuk merokok. Bukan sekarang dampaknya, nanti, 10 tahun lagi,” tukasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai meninggalkan kebiasaan merokok dan nge-vape, sekaligus menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang dijalankan secara konsisten.

“Yuk, bisa yuk berhenti merokok. Udah enggak zamannya lagi ngerokok dan nge-vape. Ekonomi sudah seperti sekarang, masing-masing ngerokok dan nge-vape itu enggak worth it lagi, teman-teman. Cukupkan diri dengan udara bersih, gratis dan menyehatkan,” pungkas dr. Bobby.

Baca Juga: Gagal Jantung Lanjut Punya Opsi Terapi Baru, Dokter Jelaskan Potensi LVAD