Ia menilai, masih banyak orang yang hanya fokus pada kedisiplinan waktu, tetapi mengabaikan kualitas hasil kerja. Padahal, menurutnya, keduanya harus berjalan beriringan.
"Kadang-kadang orang mungkin ya sudah disiplin waktu, tapi untuk kualitas kerja, 'ah entarlah'. Gue enggak mau. Karena gue sadar posisi gue enggak mudah. Gue orang dari luar kota, gue dari Solo. Jadi selain kualitas kerja, disiplin waktu, reliability, itu yang gue punya. Itu modal gue. That's my reputation, that's my modal," ungkap Rory.
Bagi Rory, reputasi profesional dibangun dari konsistensi dalam menjaga kualitas, memenuhi komitmen, dan menjadi pribadi yang dapat diandalkan. Reputasi tersebut kemudian menjadi aset terbesar yang membuka berbagai peluang karier.
Ia pun meyakini bahwa kerja keras yang dilakukan secara konsisten tidak akan luput dari perhatian.
"Akhirnya dunia enggak menutup mata kok. Ketika kita menunjukkan disiplin kita dalam tiga aspek tadi, dunia enggak menutup mata. Akhirnya karier lo accelerated, lo dipercaya, publik melihat lo reliable, dan itu memberikan efek domino. Ketika kita mau bikin sesuatu, kita sudah mendapatkan trust dari publik," jelasnya.
Kepercayaan publik, lanjut Rory, merupakan hasil dari proses panjang menjaga integritas dan profesionalisme.
"Karena publik sudah melihat, 'oke, you are a reliable journalist. When you talk, I listen'," tutup Rory.
Baca Juga: 3 Kebiasaan Orang Sukses dan Makmur yang Diungkap Pakar Keuangan dan Investasi