Comm Practitioner & Coach, Jurnalis, sekaligus Podcaster, Rory Asyari, membagikan pandangannya mengenai makna disiplin yang sesungguhnya.

Menurutnya, disiplin bukan hanya tentang datang tepat waktu, tetapi juga konsisten menjaga kualitas pekerjaan dan membangun reputasi yang dapat dipercaya.

Rory mengungkapkan, pola pikir tersebut terbentuk sejak dirinya masih menjadi reporter lapangan. Saat itu, ia harus menjalani sistem kerja bergilir yang menuntut kesiapan tinggi setiap hari.

"Karena pekerjaan gue menuntut untuk selain self-motivating juga self-discipline, menurut gue itu terbentuk dari kebiasaan panjang sebagai jurnalis di lapangan. Jurnalis di lapangan itu dulu ketika gue jadi reporter, ada tiga shift. Yang pertama shift subuh, yang kedua shift jam 7 pagi, dan yang ketiga adalah shift jam 1 siang sampai malam. Gue sering banget dapat kebagian shift jam 5 pagi dan jam 7. Yang keduanya memaksa gue untuk bangun pagi, siap, dan deliver good quality news reporting," tutur Rory, dikutip dari laman Instagram @bigthinkers.id, Selasa (14/7/2026).

Pengalaman bertahun-tahun menjalani ritme kerja tersebut membuatnya memahami bahwa disiplin memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar hadir tepat waktu.

Menurut Rory, seseorang baru bisa disebut benar-benar disiplin jika mampu menjaga standar kualitas dalam setiap pekerjaan yang dihasilkan.

"Menurut gue disiplin itu enggak cuma soal waktu, tapi juga soal disiplin kita terhadap quality of our work. Itu kenapa waktu awal-awal gue di Metro TV, gue dipercaya untuk report dari hotspot seperti DPR, KPK, Istana, sampai Polri. Karena orang percaya sama gue. Gue disiplin waktu, dan gue disiplin kualitas kerja. Gue enggak mau apa yang gue deliver itu enggak mencerminkan standar yang gue buat," katanya.

Baca Juga: Jahja Setiaatmadja: Kalau Sudah Sukses, Jangan Pernah Tinggi Hati

Ia menilai, masih banyak orang yang hanya fokus pada kedisiplinan waktu, tetapi mengabaikan kualitas hasil kerja. Padahal, menurutnya, keduanya harus berjalan beriringan.

"Kadang-kadang orang mungkin ya sudah disiplin waktu, tapi untuk kualitas kerja, 'ah entarlah'. Gue enggak mau. Karena gue sadar posisi gue enggak mudah. Gue orang dari luar kota, gue dari Solo. Jadi selain kualitas kerja, disiplin waktu, reliability, itu yang gue punya. Itu modal gue. That's my reputation, that's my modal," ungkap Rory.

Bagi Rory, reputasi profesional dibangun dari konsistensi dalam menjaga kualitas, memenuhi komitmen, dan menjadi pribadi yang dapat diandalkan. Reputasi tersebut kemudian menjadi aset terbesar yang membuka berbagai peluang karier.

Ia pun meyakini bahwa kerja keras yang dilakukan secara konsisten tidak akan luput dari perhatian.

"Akhirnya dunia enggak menutup mata kok. Ketika kita menunjukkan disiplin kita dalam tiga aspek tadi, dunia enggak menutup mata. Akhirnya karier lo accelerated, lo dipercaya, publik melihat lo reliable, dan itu memberikan efek domino. Ketika kita mau bikin sesuatu, kita sudah mendapatkan trust dari publik," jelasnya.

Kepercayaan publik, lanjut Rory, merupakan hasil dari proses panjang menjaga integritas dan profesionalisme.

"Karena publik sudah melihat, 'oke, you are a reliable journalist. When you talk, I listen'," tutup Rory.

Baca Juga: 3 Kebiasaan Orang Sukses dan Makmur yang Diungkap Pakar Keuangan dan Investasi