"Pemerintah terus mendukung inisiatif yang memotivasi masyarakat untuk hidup sehat secara merata terutama melalui konsep Sport Tourism. Lombok sebagai hub yang strategis mendekatkan pelari dari wilayah Tengah dan Timur Indonesia adalah langkah strategis untuk menghilangkan batasan geografis dalam berolahraga," sebut Taufik Hidayat, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI.
Menurut Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Puspa, penyelenggaraan POCARI SWEAT Run Lombok menunjukkan bahwa sport tourism memiliki potensi besar untuk mendorong pariwisata berkualitas di Indonesia.
Lebih dari sekadar ajang olahraga, event seperti ini dinilainya mampu menarik wisatawan, memperpanjang lama tinggal, meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan UMKM, serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal sekitar.
"Menurut saya, Lombok adalah unusual destination untuk berlari. Namun, penyelenggaraan POCARI SWEAT Run Lombok justru berhasil menarik animo pelari dari seluruh Indonesia, termasuk partisipasi internasional dari 21 negara. Kegiatan olahraga yang bisa dijadikan sebagai ajang untuk memperkenalkan potensi Lombok sebagai destinasi wisata dunia," tambahnya.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat mengapresiasi dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat lokal. Hotel-hotel di sekitar kawasan wisata dan sirkuit melaporkan lonjakan okupansi yang masif, sementara pelaku UMKM dan sektor transportasi lokal bergerak aktif melayani ribuan wisatawan.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan, "Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan POCARI SWEAT Run dengan memilih Lombok sebagai tuan rumah di tahun kedua. Sinergi ini tidak hanya mengisi penuh hunian hotel dan menghidupkan UMKM dan transportasi lokal, tetapi juga membuktikan kepada dunia bahwa infrastruktur pariwisata NTB sangat siap menyelenggarakan event bertaraf internasional yang masif dan inklusif."