Menjadi nasabah premium BCA merupakan hal prestiusius yang banyak didambakan orang. Bagaimana tidak, BCA merupakan salah satu bank yang dikenal sangat apik dalam melayani nasabah premium, mulai dari nasabah prioritas hingga solitaire.
Layanan prima yang diberikan bank kepada nasabah premium tersebut tentu sepadan dengan kontribusi mereka terhadap kinerja BCA itu sendiri. Hal demikian diamini oleh Direktur BCA, Haryanto T Budiman. Dalam sebuah kesempatan, Haryanto T Budiman mengungkapkan bahwa nasabah premium menjadi segmentasi yang sangat penting bagi perusahaan.
Ia menyebut, kontribusi nasabah premium terhadap laba dan pertumbuhan dana pihak ketiga suatu perusahaan sangatlah besar. Padahal, secara jumlah nasabah, segmen premium tidak terlalu besar dibandingkan jumlah nasabah keseluruhan. Haryanto menjelaskan, secara umum nasabah premium terbagi atas nasabah high net worth individual dan affluent.
Baca Juga: Mengenal Sosok Haryanto Tiara Budiman, Direktur BCA yang Haus akan Ilmu
"High net worth BCA mungkin di kisaran 30-40 ribu orang. Kemudian kalau affluent sekitar 300-an ribu orang. Kami juga memiliki yang namanya membership, di dalamnya ada nasabah prioritas, ada nasabah solitaire. Kalau prioritas itu angkanya mendekati 200 ribu, kalau angka solitaire mendekati 6 ribu," ungkap Haryanto dilansir Olenka pada Sabtu, 5 April 2025.
Ia menambahkan, banyak orang yang beranggapan bahwa segmen premium itu segmen yang sangat-sangat mengharapkan technological savviness. Padahal, realitanya tidak demikian. Mereka lebih menyukai ada interaksi dengan manusia dalam setiap layanan.
Selain itu, BCA juga memahami bahwa nasabah premium sangat menyukai personalisasi. Segmen premium ini bukan hanya soal personalisasi, lanjutnya, mereka ingin dilayani dengan sebaik-baiknya. Mereka juga ingin dilayani sebaik-baiknya.
"Dan rightly so karena mereka memang memberikan kontribusi yang paling besar untuk perusahaan," tambah Haryanto.
Ia menegaskan, Jadi sekali lagi, technological advancement ini akan membantu personal banker untuk melakukan personalisasi. Tidak serta-merta orang premium ini akan menggunakan komputer langsung, dia percaya langsung sama komputer.
"Nasabah premium masih ingin berinteraksi dengan manusia. Tetapi, manusianya ini akan dibantu oleh teknologi," tutup Haryanto.