Secara global, industri crypto juga menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Berdasarkan laporan CoinGecko 2025 Annual Crypto Industry, total kapitalisasi pasar crypto dunia telah mencapai US$3 triliun, dengan rata-rata volume perdagangan harian meningkat signifikan pada kuartal keempat hingga mencetak rekor tahunan sebesar US$161,8 miliar, atau naik 4,4%.

Sementara itu, di tingkat nasional, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total volume perdagangan aset crypto di Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun, dengan jumlah investor crypto menyentuh 19,56 juta orang.

Meski demikian, mengacu pada Henley Crypto Adoption Index 2025, tingkat adopsi crypto Indonesia di kawasan Asia Tenggara masih berada di bawah Singapura, yang menempati posisi teratas, disusul Thailand dan Malaysia.

Menurut Iskandar, kondisi tersebut justru menunjukkan besarnya potensi pasar crypto di Indonesia ke depan.

“Indonesia memiliki potensi adopsi yang sangat masif karena basis populasi yang jauh lebih besar. Untuk mendorong penetrasi yang lebih luas, PINTU menghadirkan promo bonus hingga Rp2.000.000 bagi pengguna baru yang melakukan pembelian aset crypto pertama di aplikasi PINTU,” bebernya.

Tak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, kata Iskandar, PINTU juga menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam meningkatkan literasi crypto di Indonesia.

“Kami secara konsisten menghadirkan berbagai inisiatif edukasi seperti Pintu Goes to Campus dan Pintu Goes to Office, serta pembelajaran in-app melalui Pintu Academy dan Pintu News. Tujuannya agar masyarakat dapat memahami investasi dan risiko crypto secara utuh,” tutup Iskandar.

Baca Juga: Pintu Year-End Trading Competition 2025 Resmi Bergulir, Volume Transaksi xStocks Melonjak hingga 551 Persen