5. Suherman Widyatomo
Drg. Suherman Widyatomo merupakan pendiri jaringan rumah sakit Sentra Medika Hospital Group (SMHG) serta pendiri Universitas Medika Suherman. Dia mulai merintis bisnis kesehatannya di tahun 1984 lewat pendirian Rumah Sakit Harapan Bunda di Jakarta Timur. Saat ini, SMHG memiliki enam (6) rumah sakit umum Kelas B yang sudah terakreditasi Paripurna (SNARS).
Pria yang lahir pada 19 Agustus ini juga melalui masa muda yang tidak mudah. Meski begitu, dia tetap berjuang untuk menggapai cita-citanya di dunia kedokteran.
Baca Juga: Kisah Sri Prakash Lohia Dirikan Indorama Group
6. Dato Sri Tahir
Masa kecil Dato Sri Tahir, pendiri Mayapada Group, juga jauh dari kata glamor. Orang tuanya mempunyai usaha penyewaan becak di daerah Surabaya. Dia harus melepas mimpinya untuk berkuliah di kedokteran karena ayahnya jatuh sakit dan tak mampu lagi membiayai sekolahnya.
Tahir terus berusaha agar bisa melanjutkan pendidikan hingga akhirnya mampu mendapatkan beasiswa di Nanyang Technological University, Singapura pada tahun 1972. Mulai berbisnis kecil-kecilan dari muda, Tahir sukses membangun Mayapada Group pada tahun 1986. Sejumlah bisnis yang dijalankan konglomerasi ini mencakup Bank Mayapada serta Mayapada Hospital.
7. Chairul Tanjung
Dapat sebutan si “Anak Singkong”, masa kecil Chairul Tanjung dilalui dengan tidak mudah. Menurut penuturannya, dia sempat tinggal di rumah petak 3x8 meter tanpa WC. Dia pun melewati masa remajanya dengan ikut mencari uang, seperti menjajakan es mambo hingga kue di sela-sela waktu istirahat saat masih sekolah menengah pertama.
Dia mulai fokus dan berani menjalankan bisnis besar saat di bangku kuliah. Meski berkuliah di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (UI), dia sudah membulatkan tekad untuk fokus membangun usaha. Pria kelahiran 18 Juni 1962 ini sukses membangun CT Corp sejak tahun 1987. Beberapa bisnis yang konglomerasi ini jalankan seperti Bank Mega, allobank, TRANS TV, CNN Indonesia, CNBC Indonesia, The Trans Luxury Hotel, Trans Studio, Transmart, dan lain sebagainya.
8. Liem Seeng Tee
Liem Seeng Tee merupakan pria kelahiran Desa Anxi, Fujian, China pada tahun 1893. Dia terpaksa merantau di usia lima (5) tahun akibat kemiskinan di wilayahnya. Di usia muda, dia menjadi yatim piatu setelah sang ibu meninggal dunia ketika masih berada di China, sedangkan sang ayah meninggal tidak lama setelah mendarat ke Indonesia. Diurus oleh keluarga angkat di Bojonegoro, Liem memutuskan hidup mandiri sejak usia 11 tahun.
Dia mulai berjualan di kereta sejak usia muda, bekerja di pabrik rokok, hingga akhirnya merintis perusahaan rokoknya sendiri. Kesuksesan Handel Maatschappij Liem Seeng Tee (1913) atau yang kini dikenal sebagai PT HM Sampoerna Tbk diraih berkat kerja sama Liem Seeng Tee dan sang istri, Siem Tjiang Nio. Meski harus menghadapi tantangan beberapa kali hingga nyaris bangkrut, Sampoerna sukses menjadi salah satu perusahaan rokok tertua dan terbesar di Indonesia.