Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurniansyah menyoroti aksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang terbang ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu korban bencana gempa bumi.

"Memberi bantuan itu baik, yang buruk adalah muatan pencitraan dan hal yang kurang perlu," ujarnya seperti dikutip Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Mengenal Kereta Kilat Pajajaran Besutan KDM yang Digadang-gadang Menjadi Saingan Whoosh

Ia menilai kehadiran KDM bersama rombongan yang besar justru tidak efisien. Justru dirinya menduga kehadiran langsung tersebut lebih terlihat cara KDM membangun citra sebagai pemimpin yang dekat kepada rakyat.

Karena itu, dirinya menyebut jika hal tersebut sebagai fenomea 'sindrom selebritis', yang haus dengan pujian dan simpati publik.

Baca Juga: Tentang KDM dan Sumber Air AQUA

Baca Juga: KDM Dinilai Blunder Soal Kebijakan Sumbangan Rp1.000 Per Hari

"Tentu tidak sebanding dengan pemimpin daerah lain yang sama-sama membantu, tetapi tidak dijadikan kepentingan politik populis," tambahnya.

Namun begitu, ia menegaskan bahwa KDM mempunyai hak melakukan kegiatan sebagai kepala daerah. Pihaknya menegaskan kepada publik agar tidak terjebak pada citra yang ditampilkan di media sosial.

"Publik harus tetap memahami jika Dedi Mulyadi punya hak melakukan apapun tetapi jangan sampai terlena dengan hasil hiasan media sosial," ujarnya.

Menurutnya, Jawa Barat masih menghadapi persoalan serius, mulai dari banjir yang berulang hingga tingkat kemiskinan yang tinggi.

Terangnya, isu-isu tersebut seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah, bukan sekadar pencitraan di luar wilayah.

Sebelumnya, KDM  terbang langsung ke NTT pada Jumat (21/8/2026) untuk membantu korban gempa.