Di sebuah ruangan laboratorium di kawasan Olympic Commercial & Business District, Leuwinutug, Citeureup, sejumlah botol sampel air tersusun rapi menunggu giliran diuji. Di sudut lain, para analis laboratorium sibuk menyiapkan sampel sebelum dimasukkan ke berbagai instrumen pengujian. Aktivitas tersebut mungkin terlihat biasa, namun dari tempat inilah kualitas lingkungan berbagai sektor industri dipantau dan diverifikasi.

Fasilitas tersebut merupakan Laboratorium Lingkungan PT Surveyor Indonesia (Persero), laboratorium lingkungan kelima yang dimiliki perusahaan setelah Medan, Batam, Surabaya, dan Palembang. Di laboratorium ini, berbagai sampel lingkungan dianalisis, mulai dari air limbah, air minum, air sungai, air laut, hingga kualitas udara dan tingkat kebisingan.

"Perusahaan yang memiliki AMDAL atau UKL-UPL wajib melakukan pemantauan lingkungan secara berkala. Hasil pengujian ini nantinya digunakan sebagai dasar pelaporan kepada Dinas Lingkungan Hidup," ujar Manajer Teknis Laboratorium Lingkungan PT Surveyor Indonesia Wilayah Sentul, Junial Rahman Wirson, saat ditemui di lokasi, Rabu (15/07/2026).

Baca Juga: Menjaga Kepercayaan di Balik Pembangunan: Peran PT Surveyor Indonesia Mengawal Industri Nasional yang Berkelanjutan

Kewajiban tersebut bukan sekadar formalitas administratif. Akan tetapi, seiring meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan dan tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab, kualitas lingkungan kini menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kinerja suatu perusahaan.

Berbagai sektor industri, mulai dari pertambangan, manufaktur, energi, hingga industri pengolahan, harus memastikan bahwa aktivitas operasionalnya tidak melampaui baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan pemerintah. Air limbah yang dibuang, emisi yang dilepaskan ke udara, hingga kondisi lingkungan kerja harus dipantau secara berkala dan terdokumentasi dengan baik.

Di sinilah PT Surveyor Indonesia memainkan peran penting melalui layanan pengujian, inspeksi, verifikasi, dan assurance yang independen.

Menurut Junial, satu sampel air limbah bisa melalui puluhan tahapan pengujian. Tidak hanya mengukur parameter dasar, laboratorium juga menguji berbagai kandungan logam berat seperti arsen, timbal, kadmium, dan nikel, hingga parameter kimia lain seperti nitrat, nitrit, amonia, klorida, dan sianida.

"Untuk air limbah, parameternya bisa mencapai sekitar 30 parameter. Masing-masing memiliki metode pengujian tersendiri," jelasnya.

Salah satu parameter yang paling sering menjadi perhatian adalah Biological Oxygen Demand (BOD), yaitu indikator yang menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik dalam air. Berbeda dengan parameter lain yang dapat diuji dalam waktu relatif singkat, pengujian BOD membutuhkan proses inkubasi selama lima hari pada suhu 20 derajat Celsius sebelum hasilnya dapat diketahui.

Baca Juga: IDSurvey Group Perkuat Jejaring Global, Teken Kerja Sama Strategis di TIC Summit 2026

Kerumitan tersebut menunjukkan bahwa memastikan kepatuhan lingkungan bukan perkara sederhana. Setiap parameter memiliki metode, prosedur, dan standar tersendiri yang harus dipenuhi agar hasil pengujian akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain kualitas air, laboratorium ini juga melayani pengujian kualitas udara. Untuk mengukur parameter tertentu seperti sulfur dioksida (SO₂) dan nitrogen dioksida (NO₂), tim PT Surveyor Indonesia melakukan pengambilan sampel langsung ke lapangan menggunakan metode yang telah terstandarisasi. Data yang diperoleh kemudian digunakan perusahaan sebagai dasar evaluasi kinerja lingkungan sekaligus pemenuhan kewajiban pelaporan kepada regulator.

Menariknya, PT Surveyor Indonesia tidak berperan sebagai pihak yang menentukan langkah perbaikan yang harus dilakukan perusahaan. Sebagai lembaga assurance, perusahaan bertugas memastikan data yang dihasilkan akurat, objektif, dan sesuai kondisi sebenarnya.

Baca Juga: IDSurvey Pastikan Ikuti Indonesia International Halal Festival 2025

Pendekatan tersebut menjadi penting karena keputusan terkait pengelolaan lingkungan harus didasarkan pada data yang valid dan dapat dipercaya. Dalam konteks yang lebih luas, keberadaan laboratorium lingkungan menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola industri yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Fajar Wibhiyadi, mengatakan bahwa komitmen keberlanjutan tidak cukup hanya diwujudkan melalui kebijakan atau target perusahaan. Menurutnya, upaya tersebut harus didukung oleh data yang akurat, proses yang terukur, serta mekanisme verifikasi yang dapat dipercaya.

"Dalam lingkup ESG, PT Surveyor Indonesia berperan sebagai akselerator sekaligus mitra dalam mendorong inisiatif keberlanjutan. Komitmen terhadap keberlanjutan harus didukung oleh data yang akurat, proses yang terukur, serta mekanisme verifikasi yang dapat dipercaya," ujar Fajar, dalam keterangan resmi.

Menurutnya, meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim, efisiensi energi, serta tuntutan pasar global membuat aspek ketertelusuran (traceability) dan kepatuhan terhadap standar lingkungan menjadi semakin penting. Kemampuan perusahaan untuk membuktikan bahwa proses operasionalnya telah memenuhi standar lingkungan kini menjadi nilai tambah yang turut menentukan daya saing di pasar internasional.

Sebagai bagian dari Holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey, PT Surveyor Indonesia terus memperkuat kapabilitas layanan Testing, Inspection, Certification, and Consulting (TICC) di berbagai sektor strategis. Selain memperluas jaringan laboratorium, perusahaan juga mendorong transformasi digital dalam proses inspeksi, pengumpulan data, hingga pelaporan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan.

Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis berkelanjutan, kebutuhan akan layanan pengujian, inspeksi, verifikasi, dan assurance diperkirakan akan terus meningkat. Tidak hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga untuk menjaga reputasi perusahaan, memperkuat transparansi rantai pasok, serta meningkatkan daya saing di pasar global.

Melalui jaringan laboratorium, layanan assurance, serta kapabilitas teknis yang terus diperkuat, PT Surveyor Indonesia berupaya menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan dunia usaha dalam mewujudkan industri yang lebih hijau, transparan, dan bertanggung jawab. Dari pengujian air limbah hingga pemantauan emisi, peran tersebut menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi penting bagi keberlanjutan industri nasional.