Danone Indonesia bersama B Lab dan B Market Builder (BMB) Southeast Asia menggelar Site Visit Asia B Corp Summit 2026 bertajuk From Purpose to Impact: Advancing B Corp for Indonesia's Sustainable Future dengan tema Multi-Stakeholder Dialogue: Driving Business as a Force for Good. Forum ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan organisasi untuk memperkuat peran bisnis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Acara yang berlangsung di Jakarta tersebut dihadiri perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Perindustrian, APINDO, akademisi, serta para pemimpin global dari B Lab. Para peserta berdiskusi mengenai pentingnya membangun ekosistem bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan tata kelola perusahaan.
Sebagai perusahaan yang telah memperoleh sertifikasi B Corp di seluruh lini bisnisnya, Danone Indonesia menilai dunia usaha memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Sertifikasi B Corp diberikan kepada perusahaan yang memenuhi standar tinggi dalam aspek tata kelola, kesejahteraan karyawan, dampak terhadap masyarakat, pelestarian lingkungan, serta nilai yang diberikan kepada pelanggan.
Head of National SDGs Secretariat sekaligus Deputi Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, mengatakan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"Keberhasilan SDGs tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak inisiatif yang kita jalankan, tetapi oleh seberapa kuat kita mengubah cara pembangunan bekerja. SDGs akan tercapai apabila pemerintah, dunia usaha, filantropi, akademisi, masyarakat sipil, dan media bergerak bersama dalam satu arah, yakni menciptakan nilai ekonomi sekaligus memperkuat kualitas hidup, lingkungan, dan tata kelola," ujarnya dalam keterangan yang diterima Olenka pada Selasa (30/06/2026).
Baca Juga: Danone Indonesia dan IPB University Perkuat SDM Kesehatan Lewat Program Internship Nutrisionis
Sementara itu, Professor University of Cambridge, Prof. Christopher Marquis, menyebut gerakan B Corp sebagai salah satu inisiatif bisnis yang mampu mendorong perubahan sistem ekonomi secara lebih luas.
Menurutnya, B Corp tidak hanya menyediakan alat ukur melalui B Impact Assessment, tetapi juga membangun komunitas yang memungkinkan perusahaan saling belajar dan meningkatkan dampak positif secara bersama-sama.
Pandangan serupa disampaikan Board Member sekaligus Co-Founder B Lab, Bart Houlahan. Ia menegaskan bahwa sertifikasi B Corp bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal bagi perusahaan untuk terus meningkatkan praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Baca Juga: Danone Indonesia Gaungkan SADAR Alergi Susu Sapi: Kenali Tanda Alergi Sejak Dini
"Berbagai tantangan yang kita hadapi, mulai dari perubahan iklim hingga kesenjangan sosial, tidak dapat diselesaikan oleh satu perusahaan saja. Karena itu, perusahaan perlu saling belajar, berkolaborasi, dan terus meningkatkan standar praktik bisnis yang bertanggung jawab," katanya.
Dalam sesi diskusi, Chairwoman APINDO, Shinta W. Kamdani, mengatakan praktik bisnis berkelanjutan kini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia.
"Keberlanjutan bukan lagi sekadar komitmen, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis yang menentukan daya saing perusahaan. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi penting untuk mempercepat adopsi praktik bisnis yang bertanggung jawab," ujar Shinta.
Sebagai bagian dari komunitas global B Corp, Danone Indonesia terus mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam seluruh rantai nilai perusahaan melalui strategi Danone Impact Journey yang berfokus pada tiga pilar utama, yakni Health, Nature, serta People & Communities.
Pada pilar Health, perusahaan menghadirkan produk pangan dan minuman bernutrisi yang didukung riset berbasis sains, sekaligus menjalankan berbagai program edukasi mengenai gizi seimbang, hidrasi sehat, pemenuhan nutrisi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pencegahan stunting, hingga kampanye Isi Piringku.
Di bidang Nature, Danone Indonesia menjalankan berbagai program pengelolaan sumber daya air, konservasi daerah tangkapan air, rehabilitasi hutan dan lahan, efisiensi energi, serta pengurangan emisi karbon. Perusahaan juga memperkuat implementasi ekonomi sirkular melalui gerakan #BijakBerplastik dengan membangun ekosistem pengumpulan dan daur ulang sampah kemasan bersama berbagai pemangku kepentingan.
Sementara pada pilar People & Communities, perusahaan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari pengembangan AQUA Home Service, pemberdayaan petani lokal melalui praktik pertanian regeneratif, penguatan kapasitas UMKM dan pelaku ekonomi sirkular, hingga menciptakan lingkungan kerja yang inklusif melalui penerapan keberagaman, kesetaraan, kesehatan, keselamatan kerja, dan pengembangan talenta.
Pendekatan tersebut mengantarkan Danone Indonesia menjadi perusahaan FMCG pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi B Corp pada 2018 dengan B Impact Score sebesar 98,6, melampaui ambang batas minimum sertifikasi sebesar 80 poin.
CEO Danone Indonesia, Laurent Boissier, mengatakan sertifikasi B Corp menjadi komitmen perusahaan untuk terus menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan melalui seluruh aktivitas bisnisnya.
"Kami percaya tantangan keberlanjutan tidak dapat diselesaikan sendiri. Karena itu, kami berharap forum ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dan menginspirasi semakin banyak perusahaan untuk menjadikan bisnis sebagai kekuatan yang membawa perubahan positif bagi Indonesia," tutup Laurent.
Melalui penyelenggaraan Site Visit Asia B Corp Summit 2026, Danone Indonesia bersama B Lab dan B Market Builder Southeast Asia berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat semakin kuat dalam mendorong transformasi menuju sistem ekonomi yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sejalan dengan target pencapaian SDGs di Indonesia.