Danantara Indonesia mengungkap mayoritas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dalam ekosistem pengelolaannya mencatatkan peningkatan laba sepanjang periode April 2025 hingga April 2026. Bahkan, beberapa perusahaan yang sebelumnya merugi kini berhasil membalikkan keadaan dan kembali mencetak keuntungan.

Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengatakan capaian tersebut menunjukkan hasil dari proses transformasi dan penguatan tata kelola yang dilakukan sejak BUMN berada dalam ekosistem Danantara.

"Capaian tersebut mencerminkan ketahanan dan transformasi BUMN pada tahun pertama berada dalam ekosistem pengelolaan Danantara," ujar Rohan dalam keterangan resmi yang dikutip Olenka pada Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Membedah Transformasi BUMN di Balik Capaian Kinerja

Menurutnya, sejumlah perusahaan pelat merah mencatat pertumbuhan laba yang signifikan, bahkan ada yang meningkat hingga ratusan persen. Selain itu, tiga BUMN berhasil melakukan turnaround atau berbalik dari kondisi rugi menjadi laba setelah menjalani restrukturisasi bisnis.

Berikut daftar BUMN yang mencatat peningkatan laba berdasarkan data Danantara:

  1. Pertamina membukukan laba Rp24,9 triliun, meningkat Rp11 triliun atau 80% dibandingkan periode sebelumnya.
  2. Pupuk Indonesia mencatat laba Rp4,8 triliun, naik Rp3,2 triliun atau 202%.
  3. Pelindo meraih laba Rp1,5 triliun, meningkat Rp900 miliar atau 169%.
  4. InJourney mencetak laba Rp300 miliar, naik Rp74 miliar atau 33%.
  5. BRI membukukan laba Rp21,2 triliun atau meningkat Rp2,8 triliun (15%).
  6. Bank Mandiri mencatat laba Rp21,3 triliun, naik Rp2,5 triliun atau 13%.
  7. BNI meraih laba Rp7,2 triliun, meningkat Rp381 miliar atau 6%.
  8. ADHI Karya membukukan laba Rp69 miliar, melonjak 667% atau bertambah Rp60 miliar.

Sementara itu, tiga BUMN berhasil keluar dari tekanan kerugian dan kembali mencetak laba, yakni:

  1. Krakatau Steel membukukan laba Rp635 miliar setelah sebelumnya merugi Rp981 miliar. Perbaikan kinerja didorong oleh restrukturisasi serta dukungan permodalan melalui Danantara Asset Management (DAM).
  2. Kimia Farma mencatat laba Rp108 miliar setelah sebelumnya mengalami rugi Rp160 miliar, seiring restrukturisasi perusahaan dan dukungan modal dari DAM.
  3. Semen Indonesia juga berbalik untung dengan laba Rp106 miliar, dari sebelumnya rugi Rp66 miliar berkat transformasi bisnis yang dijalankan.

Rohan menegaskan, daftar tersebut hanya sebagian dari BUMN yang menunjukkan peningkatan kinerja sejak bergabung dalam ekosistem Danantara.

Baca Juga: Danantara Targetkan Pangkas 300 BUMN, Fokus Efisiensi dan Perkuat Tata Kelola

"Masih terdapat sejumlah BUMN lain yang juga mencatat perkembangan positif dan menjadi bagian dari agenda transformasi berkelanjutan," katanya.

Selain fokus meningkatkan kinerja perusahaan pelat merah, Danantara juga mulai merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah proyek strategis yang didanai, antara lain, dari dividen BUMN tahun buku 2025.

Beberapa proyek yang tengah didorong meliputi pengembangan ekosistem haji dan umrah Indonesia di Makkah, serta proyek waste-to-energy (WTE) untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.

Adapun laporan keuangan konsolidasian Danantara untuk tahun buku 2025 masih dalam proses penyelesaian dan audit. Rohan memastikan laporan tersebut akan dipublikasikan setelah seluruh tahapan audit selesai sesuai ketentuan yang berlaku.