Kebiasaan scrolling ponsel sebelum tidur pada malam hari kerap dianggap sebagai cara sederhana untuk melepas penat setelah beraktivitas. Tak sedikit orang merasa waktu di siang hari kurang cukup untuk diri sendiri, sehingga akhirnya “mengorbankan” waktu tidur demi hiburan singkat di layar.
Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini sering membuat seseorang kehilangan kontrol waktu. Rasa lelah yang seharusnya menjadi sinyal tubuh untuk beristirahat justru diabaikan. Akibatnya, waktu tidur semakin larut, sementara tubuh tetap dipaksa terjaga untuk mengakses media sosial atau menikmati konten digital.
Baca Juga: Waspada Doomscrolling Bisa Picu Saraf Kejepit di Usia Muda, Ini Penjelasan Dokter Tirta
Padahal, pola ini termasuk kebiasaan tidak sehat yang dapat berdampak pada kondisi tubuh secara keseluruhan, mulai dari kualitas tidur, kesehatan mental, hingga kondisi kulit.
Berikut sejumlah dampak yang dapat timbul akibat kebiasaan scrolling ponsel sebelum tidur:
1. Memicu Insomnia
Paparan cahaya biru dari layar ponsel dapat mengganggu ritme alami tubuh. Saat seseorang terus menggunakan ponsel menjelang tidur, produksi hormon melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur akan terganggu.
Selain itu, peningkatan hormon stres seperti kortisol dapat membuat tubuh tetap “terjaga”, sehingga sulit untuk terlelap. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memicu insomnia dan mengganggu keseimbangan biologis tubuh.
Baca Juga: Temuan Penelitian, Ini 3 Jenis Olahraga Terbaik yang Efektif untuk Meredakan Insomnia!
2. Mempengaruhi Kesehatan Mental
Kebiasaan scrolling hingga larut malam membuat otak terus bekerja tanpa jeda. Meski tubuh akhirnya beristirahat, otak tidak langsung “mati” karena masih memproses berbagai informasi yang diterima sebelumnya.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan mental, menurunkan konsentrasi, hingga meningkatkan risiko stres. Kurangnya kualitas tidur juga berkontribusi pada penurunan produktivitas di keesokan hari.
3. Memicu Jerawat dan Menghambat Regenerasi Kulit
Kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon stres yang berdampak pada peningkatan minyak di wajah. Produksi minyak berlebih ini berpotensi menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat.
Di sisi lain, malam hari merupakan waktu penting bagi tubuh untuk melakukan regenerasi sel, termasuk pada kulit. Ketika waktu istirahat terganggu, proses pemulihan alami ini tidak berjalan optimal sehingga kulit terlihat lebih kusam dan rentan bermasalah.
4. Menyebabkan Lingkaran Hitam pada Mata
Menatap layar ponsel dalam waktu lama membuat mata bekerja lebih keras. Hal ini dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah di area bawah mata, yang kemudian memicu munculnya lingkaran hitam atau mata panda.
Jika dibiarkan, kondisi ini juga dapat menyebabkan mata kering, iritasi, hingga kemerahan yang mengganggu kesehatan mata secara keseluruhan.
5. Memicu Garis Halus pada Leher
Penggunaan ponsel sambil berbaring sering kali membuat posisi leher menekuk dalam waktu lama. Postur ini dapat memberikan tekanan berlebih pada area leher dan memicu munculnya garis halus atau kerutan dini.
Selain berdampak pada estetika, kebiasaan ini juga dapat menyebabkan ketegangan otot hingga rasa tidak nyaman pada tulang belakang.
Melihat berbagai dampak tersebut, penting untuk mulai membatasi penggunaan ponsel menjelang waktu tidur. Memberikan jeda dari layar setidaknya 30–60 menit sebelum tidur dapat membantu tubuh kembali ke ritme alaminya.
Dengan menjaga kualitas tidur, kesehatan kulit, mata, dan tubuh secara keseluruhan pun dapat tetap terjaga. Kebiasaan kecil seperti ini bisa menjadi langkah awal untuk gaya hidup yang lebih sehat di tengah era digital.