Uni Eropa
Petinggi Uni Eropa (UE), Ursula von der Leyen, menyebut kebijakan AS sebagai "pukulan telak bagi ekonomi dunia". Pihaknya mengakui sedang mempersiapkan tindakan balasan lebih lanjut setelah dikenakan tarif 20%.
"Kami sekarang sedang mempersiapkan tindakan balasan lebih lanjut untuk melindungi kepentingan dan bisnis kami jika negosiasi gagal," kata von der Leyen.
Baca Juga: Prabowo Diminta Ikut Langkah Donald Trump Keluar dari WHO
Salah satu negara Uni Eropa, yakni Prancis, juga menyampaikan keberatannya. Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta penangguhan investasi di AS hingga tarif baru yang ditetapkan Trump diklarifikasi.
"Investasi masa depan, investasi yang diumumkan dalam beberapa minggu terakhir, harus ditangguhkan untuk sementara waktu selama situasi dengan Amerika Serikat belum diklarifikasi," kata Macron.
Thailand
Negara yang dikenai tarif 36%, di luar tarif dasar sebesar 10%, ini mengaku memiliki rencana yang kuat untuk membalas Trump. "Kami punya rencana yang kuat. Kami telah menyiapkan beberapa langkah, termasuk mengirim sekretaris tetap kami untuk berbicara dengan mereka," ujar PM Thailand, Paethongtarn Shinawatra.
Brasil
Brasil dikenakan tarif tambahan 10% oleh Trump. Menanggapi hal ini, Brasil menyetujui UU yang disebut UU timbal balik ekonomi yang memungkinkan negeri itu menanggapi lagi tarif AS dan memberikan kenaikan 10%.
Inggris
Menteri Bisnis Jonathan Reynolds merespons penetapan tarif 10% ke negaranya dengan mengupayakan pengurangan tarif. "Kami memiliki berbagai alat yang dapat kami pakai dan kami tidak akan ragu untuk bertindak," ungkap Reynolds.
Pemerintah Inggris merilis daftar barang yang berpotensi menjadi target balasan tarif 10% tersebut. Daftar sementara produk tersebut mencakup sekitar 27% dari impor barang Inggris yang berasal dari AS.