Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak dialami perempuan di dunia. Selain menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter, menjaga pola makan yang sehat juga berperan penting dalam membantu mempertahankan daya tahan tubuh, mendukung proses pemulihan, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Meski tidak ada makanan yang dapat menyembuhkan kanker payudara secara langsung, pola makan bergizi seimbang dapat membantu tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan selama menjalani terapi maupun masa pemulihan. Sejumlah lembaga kesehatan, termasuk American Cancer Society, juga merekomendasikan pola makan yang kaya sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan sumber protein sehat bagi penyintas kanker.
Berikut beberapa jenis makanan yang baik dikonsumsi penderita kanker payudara berdasarkan data yang dikutip dari berbagai sumber pada Senin (20/07/2026):
1. Sayuran Hijau
Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, kale, sawi hijau, dan kangkung kaya akan vitamin, mineral, serat, serta antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan. Brokoli dan sayuran dari keluarga cruciferous juga mengandung senyawa fitokimia yang dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.
2. Buah-buahan Segar
Buah-buahan seperti apel, jeruk, stroberi, blueberry, pepaya, dan pisang mengandung vitamin, mineral, serat, serta antioksidan yang membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. Konsumsi buah dalam bentuk utuh lebih dianjurkan dibandingkan jus karena kandungan seratnya lebih tinggi.
Baca Juga: Apakah Kanker Payudara Penyakit Keturunan? Ini Fakta yang Perlu Diketahui
3. Kacang-kacangan dan Legum
Kacang merah, kacang hijau, lentil, buncis, dan kedelai merupakan sumber protein nabati yang baik. Selain mengandung protein, kelompok makanan ini juga kaya serat, vitamin, dan mineral yang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
4. Ikan dan Protein Rendah Lemak
Ikan seperti salmon, sarden, tuna, dan makarel mengandung protein berkualitas tinggi serta asam lemak omega-3 yang baik bagi kesehatan. Selain ikan, sumber protein rendah lemak lainnya meliputi ayam tanpa kulit, telur, tahu, dan tempe. Protein dibutuhkan tubuh untuk membantu memperbaiki jaringan dan menjaga massa otot selama menjalani pengobatan.
5. Biji-bijian Utuh
Gandum utuh, oatmeal, beras merah, quinoa, dan roti gandum mengandung serat, vitamin B, serta berbagai mineral penting. Makanan ini dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan memberikan energi yang lebih stabil dibandingkan karbohidrat olahan.
6. Susu dan Produk Olahan Rendah Lemak
Susu rendah lemak, yogurt, dan produk olahan susu lainnya dapat menjadi sumber protein, kalsium, serta vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang. Namun, jumlah konsumsinya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan rekomendasi dokter atau ahli gizi.
7. Kacang dan Biji-bijian
Almond, kenari, chia seed, flaxseed, dan biji bunga matahari mengandung lemak sehat, protein, serat, serta berbagai mikronutrien yang bermanfaat bagi tubuh. Makanan ini dapat dijadikan camilan sehat atau ditambahkan ke dalam salad, yogurt, maupun oatmeal.
Makanan yang Sebaiknya Dibatasi
Selain memperbanyak makanan bergizi, penderita kanker payudara juga dianjurkan untuk membatasi konsumsi beberapa jenis makanan berikut:
- Daging merah dan daging olahan yang dikonsumsi secara berlebihan.
- Makanan ultra-proses yang tinggi garam, gula, dan bahan pengawet.
- Minuman manis dengan kandungan gula tinggi.
- Karbohidrat olahan seperti roti putih, kue manis, dan makanan ringan tinggi gula.
- Minuman beralkohol, yang diketahui dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara.
Pola makan yang kaya sayuran, buah-buahan, protein sehat, biji-bijian utuh, dan lemak sehat dapat membantu mendukung kesehatan penderita kanker payudara selama menjalani pengobatan maupun masa pemulihan. Namun, kebutuhan nutrisi setiap pasien dapat berbeda-beda tergantung usia, kondisi kesehatan, jenis terapi yang dijalani, serta efek samping pengobatan yang dialami.
Kendati demikian, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap diperlukan untuk menentukan pola makan yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien.