CrowdStrike CrowdStrike menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom). Kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong transformasi keamanan siber bagi berbagai organisasi di Indonesia melalui pemanfaatan perlindungan berbasis AI dan layanan keamanan terkelola, untuk mencegah pelanggaran keamanan sekaligus melindungi sistem AI.

Kolaborasi ini menunjukkan komitmen CrowdStrike dan Telkom untuk memajukan modernisasi keamanan siber di Indonesia. Pengumuman ini menjadi langkah awal dalam menggabungkan platform AI-native CrowdStrike Falcon® dan layanan keamanan CrowdStrike dengan pengalaman Telkom di pasar lokal, basis pelanggan yang luas di Indonesia, baik dari sektor publik maupun swasta, serta infrastruktur teknologinya.

Baca Juga: Telkom Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp1,3 Miliar ke NTT

CrowdStrike dan Telkom akan bersama-sama memperkuat kapabilitas keamanan, mengeksplorasi peluang inovasi, menyediakan solusi keamanan yang didukung oleh CrowdStrike, serta mengembangkan inisiatif go-to-market bersama. Melalui kolaborasi ini, Telkom juga berencana untuk menstandarkan pertahanan sibernya dengan menggunakan platform Falcon.

Seiring AI mengubah cara organisasi di kawasan menjalankan bisnis, CrowdStrike dan Telkom tengah mengeksplorasi pengembangan layanan keamanan terkelola untuk mengamankan adopsi AI di lingkungan perusahaan. Hal ini mencakup upaya untuk mendorong adopsi Falcon AI Detection and Response (AIDR), yang memberikan visibilitas menyeluruh dan runtime enforcement, mulai dari endpoint tempat AI dijalankan hingga seluruh lingkungan perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, kedua perusahaan berencana membentuk tim gabungan yang berfokus pada pengembangan solusi secara kolaboratif guna mengamankan agen, model, dan sistem AI, sehingga organisasi dapat mengadopsi AI dalam skala besar dengan penuh keyakinan. 

Jonathon Dixon selaku Vice President and Managing Director Japan and Asia Pacific CrowdStrike mengatakan bahwa AI mengubah cara organisasi beroperasi dan menjalankan program keamanan siber.

"Telkom memiliki komitmen yang sama dengan kami untuk mengamankan masa depan AI di Indonesia dengan menghadirkan perlindungan berbasis AI serta keamanan untuk AI bagi organisasi yang mendorong transformasi digital di kawasan ini," ungkapnya dikutip pada Jumat (28/8/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Seno Soemadji selaku Director of Strategic Business Development & Portfolio Telkom Indonesia menilai bahwa kolaborasi dengan CrowdStrike dapat membantu organisasi meningkatkan keamanan siber mereka melalui kapabilitas keamanan yang telah terbukti mampu menghadapi kecepatan dan kecanggihan serangan saat ini. 

“Tidak kalah penting, melalui kerja sama yang erat dengan CrowdStrike, keahlian tim keamanan dan analis kami juga akan semakin diperkuat, sehingga meningkatkan kemampuan kami untuk membantu basis pelanggan kami yang luas dalam mendeteksi dan merespons serangan. Kolaborasi ini akan mengeksplorasi ketahanan siber jangka panjang, termasuk memperkuat ketahanan organisasi di kawasan dalam menghadapi berbagai ancaman yang didorong oleh teknologi-teknologi baru seperti AI dan komputasi kuantum," tambahnya.