Di tengah lanskap digital yang semakin kompetitif, cara brand menjangkau audiens terus mengalami pergeseran. Jika sebelumnya kampanye pemasaran lebih banyak bersifat satu arah dan berfokus pada eksposur, kini pendekatan tersebut mulai berganti menjadi lebih interaktif.
Brand tidak lagi sekadar berbicara kepada audiens, tetapi membangun hubungan bersama mereka melalui komunitas.
Pendekatan inilah yang diadopsi oleh transcosmos Indonesia (TCID) dalam kolaborasinya dengan salah satu perusahaan FMCG terbesar di Indonesia.
Bersama mitranya, TCID mengembangkan sebuah platform digital kuliner yang tidak hanya menyajikan konten resep, tetapi juga menghadirkan ekosistem komunitas bagi para pecinta kuliner dan memasak.
Sebagai mitra strategis digital, TCID mengintegrasikan teknologi berbasis data melalui Customer Data Platform (CDP) dan Customer Engagement Platform (CEP).
Pendekatan ini mengubah platform yang sebelumnya bersifat informatif menjadi ruang interaksi yang dinamis, di mana pengguna dapat berpartisipasi aktif dan membangun koneksi yang lebih kuat dengan brand.
Transformasi ini sejalan dengan temuan dalam laporan 'State of the CDP 2024, yang menyebutkan bahwa 91% pengguna CDP menilai teknologi ini krusial dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang relevan secara real-time.
Bahkan, 79% perusahaan mampu meraih return on investment (ROI) dalam waktu kurang dari satu tahun setelah implementasi.
Vice President Director transcosmos Indonesia, Ardi Sudarto, menegaskan bahwa komunitas kini memiliki peran yang jauh lebih strategis.
“Di era digital saat ini, komunitas bukan lagi sekadar audiens, tetapi telah menjadi bagian penting dari pertumbuhan brand. Komunitas yang dikelola dengan pendekatan yang tepat dapat berkembang menjadi ekosistem yang memberikan nilai nyata bagi brand maupun anggotanya,” tutur Ardi, dikutip Minggu (29/3/2026).
Melalui teknologi CDP, TCID mampu mengumpulkan dan mengintegrasikan data pengguna dari berbagai sumber untuk memahami preferensi, pola interaksi, hingga minat spesifik setiap anggota.
Data ini kemudian dimanfaatkan melalui CEP untuk menghadirkan komunikasi yang lebih personal, mulai dari rekomendasi konten hingga kampanye yang lebih relevan dan terarah.