Ia pun memaparkan, kontribusi konsumsi domestik terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini sangat signifikan, bahkan mencapai hampir 60 persen. Angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa daya beli masyarakat masih menjadi penggerak utama roda ekonomi.

“Domestic consumption kita itu sekarang sudah mengkontribusi hampir 60 persen daripada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Nah, ini kunci,” kata CT.

Lebih lanjut, Chairul Tanjung menilai perubahan struktur ekonomi tersebut turut memengaruhi lanskap dunia usaha. Menurutnya, model bisnis yang paling relevan saat ini adalah bisnis yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir.

“Jadi kalau ada orang bertanya kepada saya, bisnis apa yang baik sekarang ini? Yang terbaik adalah tentu berbisnis dengan konsumen secara langsung,” ungkapnya.

Seiring dengan pergeseran tersebut, CT menegaskan bahwa era bisnis juga telah berubah secara fundamental, dari yang sebelumnya berfokus pada hubungan antarperusahaan kini beralih ke pendekatan langsung ke konsumen.

“Itulah yang saya bilang, eranya berubah dari B to B menjadi B to C,” pungkas CT.

Baca Juga: Pulang Kantor Paling Malam, Chairul Tanjung Tunjukkan Pemimpin Harus Jadi Teladan