Lebih lanjut, sebagai seorang ayah, Densu pun mengaku merasa memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi pada masa-masa pertumbuhan yang sangat penting.

"Anak masih kecil adalah momen paling penting untuk mendapatkan nutrisi, stimulasi, dan juga kedekatan emosional dari orang tuanya. Kalau kita melewatkan masa itu, kita kehilangan momen terbaiknya," kata Densu.

Salah satu hal yang kemudian menarik perhatiannya adalah transparansi informasi yang ditawarkan produk tersebut. Ia mengaku mulai membiasakan diri membaca komposisi produk secara lebih detail sebelum memberikannya kepada anak.

"Untuk pertama kalinya saya benar-benar membalik kaleng susu dan membaca komposisinya dengan serius. Saya belajar bahwa bahan yang ditulis paling pertama berarti memiliki proporsi paling besar. Di AceKid, komposisi utamanya adalah susu segar," jelasnya.

Menurut Densu, transparansi menjadi faktor penting bagi orang tua modern. Ia mengapresiasi adanya fitur pelacakan yang memungkinkan konsumen mengetahui asal-usul bahan baku produk.

"Buat saya transparansi itu sangat berarti. Bahkan sumber susunya pun bisa ditelusuri. Kita bisa melihat kapan susu diambil, tanggal produksinya, tanggal kedaluwarsanya, bahkan suhu saat susu segar tersebut diambil. Jujur, saya jarang menemukan level transparansi seperti ini," tuturnya.

Selain memperhatikan nutrisi, Densu juga melihat perubahan positif pada Biel setelah menemukan susu yang cocok. Ia menilai salah satu faktor penting adalah karena sang anak akhirnya mau minum susu dengan baik.

"Yang paling pasti, karena dia suka minumnya. Jadi penambahan berat badannya terasa banget. Buat anak-anak yang susah minum susu, itu sangat membantu," katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya bergantung pada susu. Menurutnya, stimulasi dan pola pengasuhan yang tepat juga memiliki peran yang sama penting.

Ia dan Olivia sengaja membiasakan Biel untuk banyak berinteraksi dengan lingkungan sekitar serta merasakan pengalaman baru setiap hari.

"Kalau bisa jangan selalu di satu tempat. Anak-anak cepat bosan. Kadang kami pindah tempat makan, mengajak dia ke luar ruangan, bertemu orang baru. Itu sangat membantu stimulasi perkembangan mental dan pikirannya," ujar Densu.

Ia juga mengungkapkan bahwa Biel tidak memiliki ketergantungan terhadap mainan tertentu. Sebaliknya, interaksi sosial justru menjadi sarana belajar favorit putrinya.

"Biel tidak pernah punya mainan yang harus selalu dibawa. Universe-nya dia adalah bertemu orang, berinteraksi, melihat hal-hal baru. Itu mempercepat stimulasi perkembangan otaknya dan responsnya juga jadi lebih cepat," katanya.

Dalam pola pengasuhan sehari-hari, Densu dan sang istri juga berusaha menanamkan kemandirian sejak dini. Menurutnya, karakter anak dibentuk melalui kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil.

"Hidup kita itu dibentuk oleh kebiasaan. Karena itu saya tidak mau Biel tumbuh dengan kebiasaan yang kurang baik. Dari kecil kami biasakan dia mandiri dan belajar mengatasi tantangan yang dia hadapi sendiri," ungkapnya.

Ia mencontohkan bagaimana dirinya dan sang istri tidak selalu langsung membantu ketika Biel mengalami kesulitan kecil. Mereka memilih mendampingi dari dekat sambil memberi kesempatan kepada anak untuk mencoba menyelesaikan masalahnya sendiri.

"Kalau dia jatuh atau mengalami kesulitan kecil, kami biasanya hanya berdiri di samping. Kalau memang benar-benar sakit baru kami bantu. Tapi kalau masih bisa mencoba sendiri, kami biarkan. Itu sudah dibiasakan sejak kecil," kata Densu.

Bagi Densu, menjadi seorang ayah bukan hanya soal menyediakan kebutuhan materi, tetapi juga memastikan anak mendapatkan nutrisi yang tepat, stimulasi yang cukup, dan nilai-nilai kehidupan yang akan membentuk karakternya di masa depan.

Karena itulah ia mengajak para orang tua untuk lebih kritis dalam memilih produk yang dikonsumsi anak dan tidak ragu meluangkan waktu untuk memahami kandungan di dalamnya.

"Saya ingin mengajak semua orang tua melakukan satu hal sederhana. Balik kemasannya, cek komposisinya. Karena bahan pertama yang tertulis di sana bisa menjelaskan banyak hal," pungkasnya.

Baca Juga: Nutrisi dan Stimulasi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ini Penjelasan Guru Besar UI