Eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dinilai punya kemiripan dengan eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) salah kemiripan mereka terletak pada gaya komunikasi yang ceplas-ceplos dan apa adanya.
Gaya komunikasi yang seperti ini nyatanya lebih disukai masyarakat Indonesia. Untuk itu Purbaya diprediksi bakal jadi rebutan partai politik setelah dipecat Presiden Prabowo Subianto dari jabatan Menteri Keuangan. Purbaya dinilai menjadi figur yang cukup menarik untuk Pilpres 2029 mendatang.
Baca Juga: Pemecatan Purbaya Ramai Disorot, Istana Mendadak Singgung Pemecatan Prabowo di Militer
"Gaya ceplas-ceplos eks Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memang sosok pemimpin yang lebih disukai oleh masyarakat. Itu seperti ketika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menjadi Gubernur DKI Jakarta," kata Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas kepada wartawan Kamis (16/9/2026).
Lantaran gaya ceplas-ceplos dan suka tampil adanya Purbaya bahkan sempat dijuluki menteri koboi lantaran pernyataannya gerap memancing debat terbuka dengan sesama pejabat negara, namun justru karena gaya tersebut Purbaya juga langsung mendapat banyak simpatisan dalam kurun waktu yang lumayan singkat.
“Karakter kuat dan basis dukungan simpatisan yang besar membuat Purbaya menjadi komoditas politik yang bernilai tinggi. Sangat mungkin bagi partai-partai politik untuk meminangnya demi kepentingan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029,” beber Fernando.
Sosok seperti Purbaya lanjut Fernando tidak hanya diminati partai-partai besar sekaliber Golkar dan PDI-Perjuangan yang bergelimang figur dan sosok besar, ia juga bakal menjadi buruan nomor satu bagi partai politik yang saat ini sedang krisis figur besar macam Partai Amanat Nasional (PAN) atau Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Masih sangat mungkin Purbaya bisa digandeng oleh Partai Golkar, PAN, PKB, atau PKS, untuk kemudian dipasangkan dengan kader dari partai lain, seperti dari PDI Perjuangan," paparnya.
Fernando mengatakan, untuk saat ini popularitas Purbaya sedang di atas angin seluruh simpati publik sedang tertuju padanya setelah dirinya didepak dengan sangat tidak hormat oleh Prabowo, kesempatan ini bisa dimanfaatkannya untuk memilih kendaraan politik untuk melanjutkan karier politik di Tanah Air.
Apabila popularitas dan simpati publik tidak dikelola dengan baik, maka semuanya bakal menguap dan berakhir begitu saja, Purbaya bisa kehilangan momentum dan panggung politik.
Baca Juga: Kekayaan Mendadak Naik Pas Jabat Menkeu, Orangnya Jokowi Teriakin Purbaya: Transparan Dong Apelo!
"Kalau Purbaya tidak memiliki kendaraan untuk panggung politiknya, maka secara perlahan akan redup dengan sendirinya. Kecuali, para simpatisan Purbaya memang sungguh-sungguh menginginkan ia mengikuti kontestasi Pilpres 2029, lalu secara swadaya membuatkan 'panggung' terhadap mantan menteri keuangan tersebut," tutup Fernando.