Fast Retailing Co., Ltd. (Fast Retailing atau Grup; HK kode saham: 6288) mencatat pendapatan konsolidasi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 31 Mei 2026 sebesar 3,0651 triliun Yen (Rp337,16 triliun), meningkat 17,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba usaha meningkat 33,6% secara tahunan menjadi 592,7 miliar Yen (Rp65,197 triliun).
Fast Retailing juga membukukan pendapatan keuangan bersih sebesar 43,8 miliar Yen (Rp4,82 triliun) yang terdiri dari pendapatan bunga bersih sebesar 37,8 miliar Yen (Rp4,16 triliun) dan keuntungan selisih kurs atas aset dalam mata uang asing sebesar 5,9 miliar Yen (Rp649 miliar). Secara keseluruhan, laba sebelum pajak penghasilan meningkat 26,5% menjadi 658,2 miliar Yen (Rp72,40 triliun), sedangkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 25,6% menjadi 426,0 miliar Yen (Rp46,86 triliun).
Sejalan dengan kinerja tersebut, Fast Retailing merevisi naik proyeksi kinerja untuk tahun fiskal 2026. Fast Retailing kini memperkirakan akan membukukan rekor pendapatan sebesar 3,9700 triliun Yen (Rp436,70 triliun), meningkat 16,7% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Laba usaha diproyeksikan mencapai 710,0 miliar Yen (Rp78,10 triliun), meningkat 28,8% secara tahunan, sementara laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk diperkirakan mencapai 500,0 miliar Yen (Rp55,00 triliun), atau meningkat 15,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dibandingkan dengan proyeksi yang diumumkan pada April 2026, estimasi terbaru tersebut mencakup revisi kenaikan sebesar 70,0 miliar Yen (Rp7,70 triliun) untuk pendapatan, 20,0 miliar Yen (Rp2,20 triliun) untuk laba usaha, 30,0 miliar Yen (Rp3,30 triliun) untuk laba operasional, serta 20,0 miliar Yen (Rp2,2 triliun) untuk laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Di seluruh segmen bisnis Fast Retailing, operasional UNIQLO di seluruh wilayah mencatatkan peningkatan pendapatan dan laba. UNIQLO International membukukan pertumbuhan pendapatan pada 9 bulan pertama tahun fiskal 2026 sebesar 25,9% menjadi 1,8340 triliun Yen (Rp201,74 triliun), sementara laba usaha meningkat 45,4% menjadi 345,3 miliar Yen (Rp37,98 triliun).
Sementara itu, GU mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 3,7% menjadi 265,6 miliar Yen (Rp29,22 triliun) dengan laba usaha meningkat 28,0% menjadi 32,1 miliar Yen (Rp3,53 triliun) selama sembilan bulan pertama tahun fiskal 2026. Pada periode Maret hingga Mei, GU juga membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan. Peningkatan penjualan di toko yang sama didorong oleh strategi komunikasi yang semakin kuat terhadap produk-produk utama sehingga berhasil meningkatkan penjualan berbagai koleksi yang memadukan tren terkini dengan kebutuhan pelanggan, seperti Barrel Ankle Pants, Sheer T-shirts, dan Ballet Sneakers.
Di sisi lain, segmen Global Brands mencatatkan penurunan pendapatan dan laba selama sembilan bulan pertama tahun fiskal 2026. Pendapatan turun 4,2% menjadi 96,3 miliar Yen (Rp10,59 triliun), sementara laba usaha menurun 33,4% menjadi 1,9 miliar Yen (Rp209 miliar). Pada periode Maret hingga Mei, merek Theory mengalami penurunan pendapatan, tetapi tetap mencatatkan peningkatan laba berdasarkan mata uang lokal. Sementara itu, PLST membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba, didukung oleh penjualan produk pakaian pria yang kuat serta pertumbuhan penjualan melalui kanal e-commerce.
Visi Fast Retailing adalah menjadi merek nomor satu di dunia sekaligus bagian penting dari kehidupan sehari-hari yang dipercaya oleh pelanggan di seluruh dunia. Selain itu, Fast Retailing juga terus berkomitmen menghadirkan LifeWear yang berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih berkelanjutan melalui pakaian berkualitas tinggi yang tahan lama, memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah, diproduksi dalam lingkungan kerja yang sehat dan aman, serta pada akhirnya dapat didaur ulang maupun digunakan kembali.