Mempersiapkan dana pensiun sering kali terasa rumit dan membingungkan. Banyak orang tidak tahu harus mulai dari mana, berapa jumlah yang harus disiapkan, hingga bagaimana cara mencapainya.

Padahal, menurut Financial Planner, Arief Budiman, MBA, CFP., menghitung kebutuhan dana pensiun bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami.

“Gimana sih cara menghitung dana pensiun yang benar? Caranya adalah kita menghitung 300 kali pengeluaran per bulan,” jelas Arief, dalam sebuah video sebagaimana dikutip dari Instagram @zapfinance, Selasa (7/4/2026).

Dikatakan Arief, pendekatan ini memberikan gambaran praktis mengenai berapa dana yang perlu disiapkan untuk mempertahankan gaya hidup saat ini di masa pensiun.

“Misalnya, jika pengeluaran bulanan seseorang sebesar Rp10 juta, maka kebutuhan dana pensiunnya diperkirakan mencapai Rp3 miliar,” tutur Arief.

Menurut Arief, angka tersebut diperoleh dari hasil perkalian pengeluaran bulanan dengan 300, yang dianggap cukup untuk menopang kebutuhan hidup dalam jangka panjang setelah tidak lagi memiliki penghasilan aktif.

Namun, lanjut Arief, mengetahui jumlah kebutuhan saja tidak cukup. Tantangan berikutnya adalah bagaimana mempersiapkan dana tersebut secara konsisten.

Baca Juga: 5 Pelajaran Keuangan Paling Berharga dari Buku Terlaris 'The Psychology of Money'

 Lebih jauh, Arief pun menekankan pentingnya membangun kebiasaan menyisihkan sebagian penghasilan sejak dini.

“Nah, terus gimana nih cara kita mempersiapkannya? Caranya kamu bisa mulai menyisihkan 10% dari pendapatan kamu setiap bulannya,” ujarnya.

Dipaparkan Arief, kunci dari strategi ini bukan pada besarnya nominal yang disisihkan, melainkan konsistensi dalam melakukannya.

Dengan menyisihkan 10 persen dari penghasilan secara rutin, kata dia, seseorang secara perlahan membangun fondasi keuangan yang kuat untuk masa depan.

“Semakin cepat kebiasaan ini dimulai, semakin ringan pula beban yang harus ditanggung di kemudian hari,” tukasnya.

Arief juga mengingatkan agar tidak melakukan kesalahan umum dalam mengelola keuangan, yaitu menabung dari sisa pengeluaran. Cara ini sering kali tidak efektif karena pada akhirnya tidak ada dana yang benar-benar tersisa.

“Jangan kebalik ya,” tegasnya.

Baca Juga: 7 Tips Mengatur Keuangan Setelah Lebaran agar Dompet Tak 'Kering'