Melvin menjelaskan, tujuan akhir dari membangun kekayaan bukan sekadar mencapai angka tertentu dalam rekening atau nilai aset yang besar.
Lebih dari itu, kata dia, kekayaan yang ideal adalah kekayaan yang mampu bertahan lintas generasi dan terus memberikan manfaat, bahkan setelah pemiliknya tidak lagi ada.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap proses menjadi kaya.
Alih-alih hanya berfokus pada profesi atau besarnya penghasilan, seseorang juga perlu memiliki sistem dan perencanaan keuangan yang jelas sebagai fondasi dalam membangun kekayaan.
"Jadi, mungkin ya pertanyaannya bukan kamu harus jadi apa untuk kaya, tapi apakah kamu sudah punya sistem atau blueprint-nya untuk kaya? Nah, coba jawab dengan jujur. Hari ini kamu baru fokus menghasilkan atau kamu sudah mulai memikirkan keberlanjutan?" tutup Melvin.
Baca Juga: Masuk Usia 40? Ini Strategi Investasi dan Dana Pensiun Menurut Perencana Keuangan