Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus mengatakan pihaknya sudah mengendus berbagai cara curang untuk membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurutnya Partai politik besutan Kaesang Pangarep itu hendak dibesarkan lewat berbagai cara instan salah satunya adalah membajak kader-kader  PDI-Perjuangan, NasDem, Demokrat hingga PAN dengan iming-iming imbalan yang menggiurkan.

Baca Juga: Anak Buah Kaesang Klaim Blusukan Jokowi Bukan Safari Politik

Tak hanya lewat pembajakan kader PDI-P, rencana PSI mendaulat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai Ketua Dewan Pembina juga merupakan cara instan lainnya untuk membesarkan parpol berlambang gajah itu.

"Menurut info yang saya dengar, bahkan rata-rata ditawari bantuan material yang lumayan, meski saya tidak tahu kebenarannya, gejalanya nyata,” kata Deddy dilansir Kamis (18/6/2026).

Pembajakan kader parpol lain untuk membesarkan PSI kata Deddy adalah cara-cara curang yang memantik sentimen politik. Seharusnya intrik kotor itu tak dilakukan partai politik mana pun.  

Memang pindahnya kader satu parpol ke parpol lain adalah hal lazim yang bisa dimaklumi selama itu dilakukan atas kesadaran sendiri, bukan lewat pembajakan.

"Jadi, mereka tidak saja berhadapan dengan PDIP, tetapi juga dengan partai lain yang kadernya 'dipungut' untuk membesarkan PSI secara instan," ucapnya.

Meski tampak kesal dengan aksi pembajakan tersebut, namun Deddy memastikan pihaknya sama sekali tak pernah takut bertarung secara sehat dengan PSI pada Pemilu mendatang.

Baca Juga: Blusukan ke Lampung, Siapa Saja yang Bakal Ditemui Jokowi?

Upaya pembajakan serta merapatnya Jokowi ke PSI diyakini tak memberi dampak apapun kepada PDI-P. Partai Moncong Putih sama sekali tak khawatir suaranya tergerus.

"Terus terang kami tidak takut," tegas Deddy