Politisi PDI Perjuangan Guntur Romli meminta Presiden Prabowo Subianto mewaspadai gerakan Joko Widodo (Jokowi) yang belakangan mulai aktif bersafari di berbagai wilayah Indonesia.. 

Jokowi yang kerap menerima simbol penghormatan seperti gelar Raja Timor saat kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa hari lalu kata Guntur Romli patut diwaspadai Prabowo.  Sebab simbol adat itu direkayasa untuk membangun persepsi publik seolah-olah Jokowi memperoleh legitimasi simbolik melalui pemberian gelar adat.

Baca Juga: Dokter Tifa Pensiun Dini dari Politik di Tengah Kasus Ijazah Jokowi, Kok Mendadak, Ada Apa?

"Mengapa Jokowi masih main raja-rajaan? Dan mengapa Presiden Prabowo harus waspada?. Fenomena ini bukan sekali dua kali. Jokowi masih doyan main raja-rajaan karena nafsu kekuasaannya tidak pernah benar-benar padam," kata Guntur Romli dilansir Olenka.id Rabu (5/8/2026). 

Jauh sebelum melakukan blusukan bersama PSI di Lampung dan NTT, Jokowi sempat mengatakan bahwa safari politik itu bertujuan untuk mendukung program-program Presiden Prabowo.

Guntur Romli dengan tegas membantah hal itu, alih-alih mendukung program Prabowo, safari politik Jokowi justru dibaca sebagai upaya menjegal program pemerintah, Jokowi sedang berupaya membangun legitimasi untuk memuluskan kepentingan pribadi dan kelompoknya. 

"Safari Jokowi ke berbagai daerah termasuk ke NTT tidak bisa dibaca sebagai dukungan kepada pemerintah Prabowo. Justru sebaliknya, di tengah kepuasan publik terhadap Prabowo yang tengah menurun, manuver Jokowi lebih tepat dibaca sebagai konsolidasi basis massa untuk kelompoknya sendiri, bukan untuk menopang Prabowo," jelasnya.

"Popularitas yang dirawat lewat simbol-simbol kerajaan dan sambutan adat yang dimanipulasi melalui media dan media sosial adalah modal politik pribadi yang disimpan untuk kepentingan jangka panjang Jokowi dan kelompoknya," tambahnya. 

Menurut Guntur Romli, Jokowi adalah orang yang haus kekuasan, ia tidak bakal rela melepas kekuasaan yang pernah ia genggam, karena segala upaya bakal ia tempuh untuk kembali berkuasa. 

Baca Juga: Ketahuan! Ijazah Jokowi Dibikin di Pasar Pramuka, Eks Wamen PDTT Paiman Raharjo Kelabakan

"Saya sudah mengingatkan hal ini beberapa bulan yang lalu. Bayang-bayang Jokowi tidak akan pernah benar-benar pergi dari panggung kekuasaan. Presiden Prabowo perlu membaca gerakan itu bukan sebagai bantuan, melainkan sebagai bayang-bayang yang terus mengintai posisi Presiden Prabowo sendiri," pungkasnya.