“Sebagai CMO, fokus saya adalah membangun Metro bukan hanya sebagai toko, tetapi sebagai ecosystem brand untuk racket sports. Produk tetap penting, tetapi cara orang mengalami produk itu jauh lebih penting. Kalau kita bisa membuat orang merasa lebih connected dengan sport, dengan gear, dan dengan komunitasnya, maka brand akan tumbuh dengan cara yang lebih kuat dan organic,” jelas Michael.
Dalam sesi on-court, peserta mengikuti coaching session bersama pelatih profesional dari Aspire Academy yang memiliki pengalaman internasional, termasuk pernah menjadi hitting partner Novak Djokovic dan memiliki rekam jejak sebagai pemain ATP Top 600. Setelah itu, peserta mengikuti fun games dan product experience menggunakan The Roger Pro 3.
Selain On footwear dan apparel, Metro juga menghadirkan demo racket dari koleksi terbarunya, termasuk Yonex MUSE, Yonex VCORE 2026, Babolat Pure Aero 2026, dan pilihan performance racket lainnya. Kehadiran demo racket ini menjadi bagian dari komitmen Metro dalam memberikan pengalaman trial product dan konsultasi yang lebih baik untuk pemain tenis di Indonesia.
“Serve & Social mencerminkan bagaimana kami melihat masa depan retail tenis. Bukan hanya soal menjual produk, tetapi bagaimana pemain bisa mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap — dari demo racket, stringing, konsultasi, sampai memahami gear yang paling cocok dengan gaya bermain mereka,” ujar Dhananjay “Jay” Kuckreja, Managing Director Metro Tennis Terminal.
Baca Juga: 10 Olahraga Terpopuler di Dunia, Mana Favorit Kamu?
Sebagai brand yang telah melayani dunia racket sports Indonesia sejak 1977, Metro Tennis Terminal ingin membangun pengalaman retail yang lebih dari sekadar toko. Melalui Serve & Social, Metro mempertemukan performance product, hospitality, komunitas, dan lifestyle dalam satu acara yang terasa premium namun tetap personal.
Acara ini turut didukung oleh ReString, yang digunakan pada demo racket Metro, serta Oasis Blú, The Barrels 1767, dan Smoking Barrels untuk mendukung pengalaman hospitality para peserta.
Didirikan pada tahun 1977, Metro Tennis Terminal merupakan retailer perlengkapan racket sports di Indonesia yang menyediakan produk dan layanan untuk tenis, padel, dan pickleball. Metro dikenal melalui pilihan racket, footwear, apparel, accessories, stringing service, demo racket, serta konsultasi produk untuk pemain dari berbagai level.
Sementara On adalah brand performa global asal Swiss yang menghadirkan footwear, apparel, dan performance gear dengan pendekatan modern terhadap movement, comfort, dan design. Di kategori tenis, On menghadirkan The Roger Pro 3 sebagai salah satu produk performa utamanya.