Growthmates, setiap hari, tubuh sebenarnya terus mengirimkan berbagai sinyal. Detak jantung yang meningkat menjelang tenggat pekerjaan, pola napas yang berubah saat terjebak kemacetan, hingga kualitas tidur yang perlahan menurun menjadi tanda bahwa tubuh sedang merespons aktivitas sehari-hari.

Namun, mengenali sinyal tersebut hanyalah langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memahami apa yang sebenarnya ingin disampaikan tubuh dan mengambil tindakan yang tepat, terutama ketika kesibukan membuat seseorang kerap mengabaikan kebutuhan untuk beristirahat dan memulihkan diri.

Head of MX Business Samsung Electronics Indonesia, Yadi Prayitno, mengatakan, teknologi seharusnya tidak membuat manusia semakin sibuk mengolah dan memahami data. Sebaliknya, teknologi perlu membantu pengguna memahami kondisi dirinya dengan cara yang lebih sederhana dan intuitif.

“Di Samsung, kami percaya teknologi seharusnya tidak membuat manusia semakin sibuk memahami data. Sebaliknya, teknologi perlu membantu manusia memahami dirinya sendiri dengan lebih sederhana dan intuitif,” papar Yadi, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (16/9/2026).

Menurut Yadi, perspektif tersebut menjadi salah satu dasar Samsung dalam mengembangkan ekosistem Galaxy, termasuk dalam menghadirkan pengalaman kesehatan yang tidak berhenti pada aktivitas pemantauan melalui smartwatch.

“Karena itu, kami melihat kesehatan bukan hanya sebagai sesuatu yang dipantau dari pergelangan tangan, tetapi sebagai pengalaman yang dapat terhubung melalui ekosistem Galaxy,” lanjutnya.

Ketika Smartwatch dan AI Membantu Memahami Kondisi Tubuh

Perpaduan smartwatch dan kecerdasan artifisial (AI) membawa perubahan dalam cara pengguna memahami kondisi tubuh. Data yang dikumpulkan perangkat tidak hanya menjadi angka atau statistik, tetapi dapat diolah menjadi informasi yang lebih relevan untuk membantu pengguna menentukan langkah berikutnya.

Melalui analisis yang lebih proaktif, teknologi dapat membantu pengguna memahami kondisi tubuh secara lebih menyeluruh, termasuk mengenali kapan tubuh berada dalam kondisi siap beraktivitas dan kapan membutuhkan jeda untuk beristirahat.

“Setiap orang menjalani hari dengan ritme yang berbeda. Ada yang menantang diri di luar ruangan, ada yang berjuang menjaga keseimbangan di tengah padatnya pekerjaan, dan ada pula yang bergerak cepat dengan mobilitas tinggi,” kata Yadi.

Ia menambahkan, perbedaan kebutuhan tersebut membuat teknologi perlu dirancang untuk mengikuti kehidupan penggunanya, bukan sebaliknya.

“Bagi kami, teknologi yang bermanfaat seharusnya mempermudah hidup. Teknologi dirancang untuk melengkapi dan meningkatkan kualitas hidup penggunanya. Inilah filosofi dasar di balik pengembangan ekosistem Galaxy,” ujarnya.

Ekosistem Galaxy untuk Beragam Ritme Kehidupan

Pendekatan tersebut tercermin melalui berbagai perangkat dalam ekosistem Galaxy yang dirancang untuk mendukung kebutuhan pengguna, mulai dari aktivitas fisik hingga produktivitas dan mobilitas sehari-hari.

Bagi pegiat olahraga luar ruangan yang membutuhkan perangkat dengan durabilitas tinggi, misalnya, ekosistem perangkat tangguh tidak hanya berfungsi mencatat statistik performa. Perangkat juga dirancang untuk membantu pengguna memahami kondisi fisik sehingga dapat menentukan kapan waktunya meningkatkan intensitas aktivitas dan kapan perlu memberikan tubuh kesempatan untuk pulih.

Kombinasi Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Z Fold8 Ultra hadir untuk mendukung kebutuhan tersebut melalui perangkat yang dirancang menghadapi berbagai kondisi sekaligus membantu pengguna memantau performa fisik.

Sementara itu, bagi pekerja profesional dengan jadwal padat, Galaxy Watch9 dan Galaxy Z Fold8 menawarkan fitur seperti Daily Cardio Load dan Fitness Index. Informasi tersebut dapat membantu pengguna memahami kondisi tubuh dan menyesuaikan aktivitas dengan kebutuhan pemulihan.

Adapun bagi pengguna dengan mobilitas tinggi yang mengutamakan kepraktisan, Galaxy Watch9 dan Galaxy Z Flip8 menawarkan akses yang lebih ringkas terhadap berbagai informasi sepanjang hari. Dengan begitu, pengguna dapat tetap terhubung tanpa harus selalu bergantung pada perangkat berukuran besar.

Baca Juga: Dukung Kurikulum Merdeka, Samsung Hadirkan Solusi Pendidikan Digital