Samsung Electronics Co., Ltd. mempertemukan para pemimpin lintas industri untuk membahas pentingnya smart home interoperability dalam diskusi panel Tech Forum pertamanya di CES 2026 yang digelar di The Wynn, Las Vegas, Nevada. Dalam sesi bertajuk When Everything Clicks: How Open Ecosystems Deliver Impactful AI, para pakar mendiskusikan bagaimana kemitraan lintas industri mentransformasi connected home menjadi lingkungan cerdas yang seamless, aman, dan benar-benar mendukung kehidupan manusia.
Para panelis sepakat bahwa era berikutnya dari home intelligence harus dibangun di atas kolaborasi terbuka, bukan ekosistem tertutup. Ketika rumah semakin mengandalkan perangkat dan layanan dari brand serta industri yang berbeda-beda, keterbukaan memungkinkan sistem AI bekerja bersama untuk menciptakan dampak yang nyata. Samsung meyakini bahwa konektivitas terbuka memungkinkan perangkat rumah tangga, sistem energi, layanan keamanan, dan mitra lintas industri menghadirkan pengalaman yang tidak mungkin tercapai dalam lingkungan yang terkotak-kotak.
Baca Juga: Samsung Dukung Aktivis Muda Indonesia Dorong Konservasi Laut
"Rumah adalah tempat paling personal dalam hidup kita sehingga Home AI harus dipercayai, secara senyap, penuh hormat, dan dengan nilai yang benar-benar bisa dirasakan pengguna," ujar Yoonho Choi, President & Chair of the Board Home Connectivity Alliance sekaligus Head of Strategic Alliances di Samsung Electronics, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (6/1/2025).
"Hal ini membutuhkan interoperabilitas lintas brand agar rumah dapat bekerja sebagai satu sistem, bukan sekadar kumpulan fitur yang terpisah. Melalui kerja sama dengan HCA dan berbagai industri, kami mengubah keterbukaan menjadi hasil nyata: rumah yang lebih aman, rutinitas yang lebih sederhana, serta penghematan yang terukur, dibangun atas dasar persetujuan dan transparansi," ujarnya melanjutkan.
Menggerakkan Ekosistem Connected Home Terbesar di Dunia
Samsung menyoroti luasnya dan dalamnya ekosistem terkoneksinya dengan mencatat bahwa lebih dari 500 juta pengguna telah menjadi bagian dari komunitas SmartThings. Dengan kepemimpinan lebih dari satu dekade dalam connected living, Samsung memiliki insight mendalam tentang bagaimana AI companion di rumah terus berevolusi, dari perangkat pintar saat ini menuju kecerdasan sistem menyeluruh di masa depan.
"Sangat penting untuk menghadirkan manfaat nyata yang benar-benar membuat hidup orang-orang menjadi lebih baik. Dalam konteks ini, tidak ada area yang memberikan manfaat lebih besar dibandingkan dapur yang terhubung secara menyeluruh, yang memungkinkan pengguna memahami isi kulkas mereka sekaligus terhubung dengan jaringan air dan pemanas, sehingga tercipta pemahaman yang lebih holistik dan memungkinkan tindakan pencegahan," ujar Michael Wolf, pendiri sekaligus editor-in-chief The Spoon.
Merancang AI yang Terasa Manusiawi, Tidak Intrusif
Sepanjang diskusi, para panelis menekankan bahwa Home AI akan berhasil bila kecerdasannya terasa emosional dan menyatu secara alami ke dalam rutinitas sehari-hari, mulai dari memasak, bersantai, menikmati hiburan, hingga merawat keluarga. Desain, storytelling, dan pemahaman perilaku memiliki peran penting dalam menjadikan perangkat yang terhubung sebagai pendamping yang menenangkan dan dapat diandalkan.
Para panelis sepakat bahwa masa depan Home AI bergantung pada interoperabilitas, penggunaan data yang bertanggung jawab, serta kolaborasi lintas industri, guna memastikan intelligent home dapat menghadirkan value nyata tanpa mengorbankan kepercayaan pengguna.