Direktur PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk, Sony Sutanto mengatakan kebijakan memotong gaji karyawan indisipliner sama sekali tidak efektif. Kebijakan itu tidak punya efek jerah, sebab pada dasarnya individu yang kurang disiplin tetap tidak bakal disiplin mesti kena pemangkasan upah.

Lagipula kata Sony keputusan memotong gaji adalah kebijakan yang sudah kolot, ini sudah tidak pas diterapkan di era sekarang.

Baca Juga: Prabowo Akui Berat Memecat Dadan: Ini Orang Saya Angkat, Saya Kasih Bintang dan Pangkat

“Cerita tentang potong gaji kalau terlambat itu cerita 40 tahun yang lalu mestinya. Ini sudah tidak efektif, karena begini. Di mana ada cerita orang dipotong gaji langsung berubah dari tidak disiplin menjadi disiplin,” kata Sony ketika berbincang bersama Olenka.id ditulis Kamis (4/6/2026).

“Kalau orang tidak disiplin, dia tetap tidak disiplin. Mau dipotong gajinya atau tidak, dia tetap tidak disiplin,” tambahnya.

Pembinaan karyawan tak disiplin tak melulu lewat kebijakan-kebijakan keras. Di era sekarang, cara-cara lembut justru lebih diterima ketimbang sekadar memangkas gaji. 

Bagi Sony cara paling efektif adalah memberi motivasi seraya mempraktikannya. Itu menjadi tanggung jawab atasan, ia mesti memberi contoh kepada seluruh bawahannya.

“Kalau misalnya kita berharap anak buah kita disiplin, maka yang harus pertama disiplin adalah atasannya. Kasih contoh, tugas atasan yang paling berat itu adalah menjadi contoh. Itu yang paling berat,” ujarnya.

Di perusahaan-perusahaan yang pernah dipimpin Sony, ia memberi semacam kelonggaran kepada anak buahnya. Misalnya saja soal disiplin waktu, Sony tak pernah melarang anak buahnya datang terlambat, tetapi dengan catatan karyawan tak boleh lebih telat dari atasan.

Baca Juga: Drama Penangkapan Dadan Cs, Ada yang Disergap di Hotel

“Di kami, kami punya aturan tentang disiplin. Anda boleh terlambat, tapi tidak boleh lebih terlambat daripada atasan anda. Itu poinnya,” ucapnya.

“Jadi kalau atasan mau anak buahnya tak terlambat, ya datanglah pagian. Kalau mau anak buahnya terlambat 5 menit, Anda jangan terlambat 5 menit. Harus paling lama 4 menit aja cukup terlambat. Itu contoh yang akan dicontoh oleh anak buah,” imbuhnya.