Para pencari kerja kerap kali dihadapkan pada posisi cemas setelah melakukan sesi wawancara dengan perusahaan pemberi kerja. 

Tentu saja cemas itu dilatarbelakangi oleh harapan besar untuk diterima perusahaan, disisi lain pihak pemberi kerja acap kali tak mau terang-terangan mengenai nasib pencari kerja setelah sesi wawancara, perusahaan tak mau berbicara secara gamblang soal diterima atau tidaknya mereka yang baru kelar wawancara.

Baca Juga: Menangis Nonton Film Pesta Babi, Megawati: Itu Benar Adanya, Hutan Jadi Sawit

Untuk mengetahui diterima atau tidaknya,pencari kerja setidaknya peka pada kondisi setelah sesi wawancara. Apalagi tak ada pembicaraan lanjutan setelahnya. Maka kemungkinan besar yang bersangkutan terelminasi.

“Teman-teman yang sedang cari pekerjaan, saya paham betul kalau berharap banyak. Dan ketika tidak dapat kabar, rasanya kecewa. Tapi kita perlu realistis ya,” kata Direktur PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk, Sony Sutanto kepada Olenka.id Ditulis Senin (25/5/2026).

“Seorang bagian recruiter, sehari bisa baca ribuan CV, surat lamaran kerja. Karena itu pekerjaannya membosankan dan meletihkan gitu. Sehingga kalau sampai dia selesai wawancara, dia bilang bahwa oke nanti akan dikabari hasilnya. Itu indikasi bahwa kita tidak lulus,” tambahnya.

Menurut Sony para pencari kerja yang bakal diterima biasanya langsung lanjut wawancara sesi kedua dimana pada sesi ini perusahaan dan pencari kerja mulai membicarakan gaji hingga tunjangan. 

“Ketika ada kandidat yang habis diwawancara dan dianggap bagus, lulus nih, dia segera akan kasih kabar, kasih minimal, kasih indikasi bahwa dia lulus. Contoh, dia akan segera bilang, boleh minta nomor handphonenya? Atau oke ya, kita akan segera kirim offering letter. Atau dia akan bilang, nanti segera akan kita kabarin siang ini,” ujar Sony.

Mencari karyawan yang sesuai kebutuhan perusahaan bukan sebuah pekerjaan mudah. Itu sangat sulit dilakukan, jadi ketika sebuah perusahaan menemukan kandidat yang sesuai standar perusahaan mereka bakal bergerak cepat untuk merekrutnya karena bisa saja yang bersangkutan diterima di perusahaan lain atau kompetitor.

Baca Juga: Masyarakat Sipil Nobar 'Pesta Babi': Negara adalah Distributor Keadilan, Bukan Mesin Elektoral

“Itu karena apa? Dia takut kehilangan orang ini. Dia takut kehilangan kandidat yang bagus ini. Tapi kalau dia cuma bilang, nanti akan dikabarin 2 minggu lagi, 3 minggu lagi, Sudahlah, itu anggap aja kita nggak lulus dan nggak usah terlalu banyak berharap,” pungkasnya.