-
Gangguan Endokrin
Gangguan pada sistem endokrin, yaitu organ dan kelenjar yang berperan dalam memproduksi hormon, juga bisa menjadi salah satu penyebab keringat malam.
Beberapa kondisi yang berkaitan dengan hal ini antara lain:
- Diabetes: Penurunan kadar gula darah pada malam hari atau hipoglikemia dapat memicu tubuh berkeringat. Kondisi ini juga bisa disertai rasa haus yang meningkat dan lebih sering buang air kecil.
- Hipertiroidisme: Kondisi ketika kelenjar tiroid terlalu aktif dan menghasilkan hormon tiroid berlebih. Hal ini dapat mempercepat berbagai fungsi tubuh, termasuk meningkatkan produksi keringat. Gejala lainnya bisa berupa penurunan berat badan, mudah gugup, dan kelelahan.
Baca Juga: Cara Tidur Siang Singkat agar Tubuh Kembali Segar dan Lebih Fokus
-
Hiperhidrosis
Hiperhidrosis adalah kondisi yang menyebabkan keringat berlebihan, baik siang maupun malam. Kondisi ini dapat memengaruhi bagian tubuh tertentu, seperti telapak tangan, ketiak, kaki, atau kepala, atau seluruh tubuh.
Peningkatan keringat dapat terjadi tanpa alasan yang jelas. Dalam beberapa kasus, hiperhidrosis dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti penyakit paru-paru, penyakit Parkinson, atau stroke.
-
Gangguan Tidur
Keringat malam hari bisa umum terjadi pada orang dengan gangguan tidur seperti apnea tidur obstruktif (OSA) dan insomnia, mungkin karena sering terbangun yang merangsang tubuh.
Jika memiliki gangguan tidur, kamu mungkin juga akan kesulitan untuk tertidur dan tetap tidur, mendengkur dengan keras atau terengah-engah sepanjang malam, atau sering mengantuk di siang hari.