Selain kadar keasaman, dr. Vardian juga menjelaskan karakteristik produk yang menggunakan bahan apel organik, raw, dan memiliki mother atau 'mader'. Dalam proses fermentasi cuka apel, bagian tersebut dapat terlihat seperti serat atau endapan keruh.
“ACV ini dibuat dari apel organik, raw, dan ada madernya. Mader itu adalah bagian alami yang terbentuk selama proses fermentasi cuka apel. Biasanya terlihat seperti serat ataupun endapan keruh,” jelasnya.
Untuk cara konsumsi, dr. Vardian menyarankan memulai dari jumlah yang relatif kecil dan mengencerkannya terlebih dahulu dengan air.
“Nah, cara minum yang gue saranin adalah mulai dari 1 sendok makan diencerkan dalam air 200 mili dikonsumsi bersama dengan makan atau menjelang kita makan, sesuai dengan toleransi,” tuturnya.
Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwa cuka apel bukan pengganti pengobatan maupun pola hidup sehat. Ia juga menegaskan bahwa penggunaan cuka apel tidak dapat disamakan dengan obat untuk diabetes ataupun produk pembakar lemak.
“Tapi gue garis bawahi, ini bukan obat diabetes, ini bukan fat burner, dan ini nggak menggantikan pola makan sehat kalian,” kata dr. Vardian.
Menurutnya, menjaga kesehatan saluran cerna tetap membutuhkan fondasi gaya hidup yang lebih luas, mulai dari mencukupi asupan serat, mengonsumsi makanan yang beragam, tidur cukup, berolahraga, hingga membatasi konsumsi makanan ultra-proses atau ultra-processed food (UPF).
“Ingat, cukupi juga fondasi kesehatan usus lainnya, kayak makan serat, makan yang beragam, tidur yang cukup, olahraga, serta jangan banyak makan UPF,” ujarnya.
Terakhir, dr. Vardian pun lagi-lagi menekankan bahwa kesehatan usus tidak cukup dilihat dari keberadaan bakteri baik. Respons tubuh terhadap makanan, termasuk bagaimana karbohidrat diproses dan memengaruhi kadar glukosa setelah makan, juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
“Jadi, usus sehat bukan soal bakteri baik doang. Padahal yang perlu kita atur adalah seberapa cepat makanan lu dirubah menjadi glukosa di dalam darah,” pungkasnya.
Baca Juga: Makan Malam Sebelum Tidur, Berapa Jam Jarak yang Ideal? Ini Kata Dokter