5. Buah Kiwi

Buah kecil berwarna hijau ini mengandung kombinasi serat larut (pendukung mikrobioma usus) dan serat tidak larut (penjaga keteraturan BAB). Mengonsumsi dua buah kiwi setiap hari terbukti membantu meningkatkan kecepatan transit makanan di usus, mengurangi begah, serta mengurangi ketergantungan pada obat pencahar.

6. Kefir

Kefir adalah minuman susu fermentasi yang mengandung lebih dari 60 galur bakteri baik (probiotik), jauh lebih tinggi dibandingkan yogurt biasa. Bakteri baik dalam kefir memperbaiki mikroflora usus, mempercepat waktu transit di kolon, dan meningkatkan frekuensi BAB.

7. Buah Tin

Buah tin atau fig kaya akan serat dan efektif meredakan nyeri perut akibat feses yang keras, terutama pada penderita sindrom iritasi usus (IBS). Mengonsumsi sekitar empat buah tin kering setiap hari terbukti memperbaiki konsistensi feses secara bertahap.

Menambahkan variasi buah-buahan kaya serat dan minuman probiotik ke dalam pola makan harian merupakan langkah alami terbaik untuk menjaga kesehatan usus dan memastikan buang air besar tetap teratur. Pastikan kamu juga mengimbanginya dengan mencukupi kebutuhan air putih minimal 2 liter per hari agar serat dapat bekerja secara optimal di dalam saluran cerna.