Banyak orang menganggap penuaan hanya dipengaruhi oleh bertambahnya usia. Padahal, sejumlah kebiasaan sehari-hari juga dapat berperan dalam mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan, mulai dari kulit yang tampak kusam hingga menurunnya kondisi kesehatan secara keseluruhan. 

Tanpa disadari, kebiasaan yang sering dianggap sepele justru bisa memberikan dampak jangka panjang pada tubuh. Lantas, kebiasaan apa saja yang perlu diwaspadai agar tubuh tetap sehat dan tampak awet muda?

Berikut tiga di antaranya seperti dikutip dari laman Eating Health, Jumat (19/6/2026).

  1. Jadwal Tidur yang Tidak Teratur

Jadwal tidur yang tidak teratur dapat mempercepat proses penuaan, meski banyak orang tidak menyadarinya. Menurut dokter osteopati Alex Jabourian, kurang tidur secara konsisten sering dianggap wajar karena seseorang masih bisa beraktivitas seperti biasa. Padahal, dampaknya dapat menumpuk seiring waktu. 

Baca Juga: Mau Tidur Lebih Nyenyak Malam Ini? Coba 5 Makanan yang Direkomendasikan Ahli Gizi

Beberapa tanda yang kerap muncul antara lain kulit kusam, lingkaran hitam di bawah mata, tubuh lebih lambat pulih setelah berolahraga atau sakit, energi menurun, sulit fokus, hingga lebih mudah merasa mudah tersinggung.

Kurang tidur juga dapat memengaruhi kesehatan metabolisme. Alex Jabourian menjelaskan bahwa kadar gula darah dan sensitivitas insulin dapat memburuk meski pola makan dan olahraga tetap sama. 

Penelitian bahkan menunjukkan bahwa mengurangi waktu tidur sekitar 90 menit per malam dapat membuat tubuh lebih sulit mengatur gula darah, terutama pada perempuan setelah menopause. Selain itu, kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan nafsu makan, kenaikan berat badan, dan penumpukan lemak visceral atau lemak perut yang berisiko meningkatkan gangguan kardiometabolik.

Untuk membantu menjaga kualitas tidur, para ahli menyarankan menetapkan jam bangun yang sama setiap hari, memastikan waktu tidur cukup sekitar tujuh hingga delapan jam, mendapatkan paparan sinar matahari pagi, membatasi kafein pada siang hari, serta menjaga kamar tidur tetap sejuk dan gelap.

  1. Mengonsumsi Makanan yang Sama Setiap Hari

Memiliki menu makanan favorit memang dapat membantu menjaga pola makan tetap sehat dan praktis. Namun, jika jenis makanan yang dikonsumsi hampir selalu sama setiap hari, tubuh berisiko kekurangan variasi nutrisi penting yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan secara optimal. 

Menurut Julia Cooney, seorang dokter dan peneliti umur panjang, otak dan tubuh membutuhkan beragam jenis makanan sehat untuk berfungsi dengan baik.

Setiap makanan mengandung kombinasi serat, vitamin, mineral, antioksidan, dan senyawa tumbuhan yang berbeda.

Baca Juga: Susah Tidur? Coba Konsumsi 5 Buah Ini untuk Atasi Insomnia

Karena itu, pola makan yang terlalu monoton dapat mengurangi keragaman mikrobioma usus, yang berperan penting dalam menjaga sistem imun, mengendalikan peradangan, dan mendukung kesehatan metabolisme. Ketiga faktor tersebut diketahui memiliki kaitan erat dengan proses penuaan yang sehat.

Selain berdampak pada kesehatan fisik, variasi makanan juga dinilai penting untuk menjaga fungsi otak. 

Sejumlah penelitian menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan lebih beragam cenderung memiliki fungsi kognitif yang lebih baik dan risiko gangguan kognitif yang lebih rendah saat memasuki usia lanjut. Karena itu, tidak ada salahnya sesekali mengganti menu harian dengan pilihan makanan sehat lainnya agar kebutuhan nutrisi tubuh dan otak tetap terpenuhi.

  1. Tidak Mengelola Stres

Stres merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dan tidak selalu berdampak buruk. Namun, masalah muncul ketika stres berlangsung terus-menerus tanpa dikelola dengan baik. 

Menurut Lisa George, praktisi kesehatan dan kesehatan mental, stres kronis dapat mempercepat proses penuaan dari dalam tubuh. Dalam praktiknya, ia sering menjumpai orang-orang yang merasa kelelahan, sulit berkonsentrasi, dan tampak menua lebih cepat akibat tekanan yang berlangsung dalam jangka panjang.

Dampak stres kronis sering kali tidak disadari karena muncul secara bertahap. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa stres berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan kulit, pola makan, hingga fungsi kognitif. 

Baca Juga: Bikin Kesal, Ini 3 Penyebab Jerawat Tiba-tiba Muncul saat Bangun Tidur

Ketika tubuh terus berada dalam kondisi siaga, kualitas tidur, nafsu makan, tekanan darah, kadar gula darah, dan sistem kekebalan tubuh juga dapat terganggu. Kondisi ini dikenal sebagai beban alostatik, yaitu akumulasi tekanan yang terjadi ketika tubuh terus-menerus beradaptasi dengan stres. Tingginya beban alostatik dikaitkan dengan penuaan biologis yang lebih cepat serta meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.

Meski tidak mungkin menghilangkan stres sepenuhnya, ada banyak cara sederhana untuk membantu tubuh kembali rileks. Memberikan jeda singkat bagi sistem saraf melalui latihan pernapasan, berjalan santai di luar ruangan, menulis jurnal, melakukan peregangan, atau sejenak menjauh dari ponsel dapat membantu mengurangi dampak stres dan mendukung kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Semoga bermanfaat, ya!