Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) resmi meluncurkan tema dan rangkaian program BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 melalui Campaign Launch yang digelar di Atrium Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Mengusung tema "Ulos Simetria", ajang mode tersebut akan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Pada penyelenggaraan kali ini, Provinsi Sumatera Utara ditetapkan sebagai Official Theme dengan mengangkat kekayaan wastra Ulos, budaya, serta kreativitas daerah sebagai inspirasi utama dalam perhelatan mode terbesar di Indonesia tersebut.
Baca Juga: Dari Bandung ke Jakarta: Perjalanan SEDASA Membawa Modest Fashion Lokal ke Level Nasional
Ketua Umum APPMI sekaligus Presiden Indonesia Fashion Week, Poppy Dharsono, mengatakan bahwa selama 14 tahun penyelenggaraannya, Indonesia Fashion Week telah berkembang menjadi lebih dari sekadar ajang peragaan busana. Menurutnya, IFW kini menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan pelaku industri, pemerintah, dunia usaha, hingga mitra internasional untuk memperkuat ekosistem fashion nasional.
"Indonesia Fashion Week bukan hanya sebuah perhelatan mode, tetapi sebuah platform yang mempertemukan kreativitas, budaya, industri, bisnis, pemerintah, hingga mitra internasional untuk bersama-sama memperkuat ekosistem fashion Indonesia. Melalui tema Ulos Simetria, kami ingin menunjukkan bahwa warisan budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui inovasi dan menjadi bagian dari percakapan fashion dunia," ujar Poppy.
Sebagai Co-Host, Title Sponsor, dan Official Bank Partner, Bank BTN kembali mendukung penyelenggaraan Indonesia Fashion Week untuk tahun ketiga berturut-turut. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen BTN dalam memperkuat industri kreatif sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia.
Baca Juga: Fashion Show SOGO Meriahkan 30 Tahun Plaza Senayan, Hadirkan Koleksi Brand Global
Wealth Management Division Head Bank BTN, Frengky Rosadrian Perangin-Angin, mengatakan perbankan kini tidak lagi hanya berperan sebagai penyedia layanan transaksi dan pembiayaan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri kreatif.
"Perbankan tidak lagi hanya berperan sebagai penyedia layanan transaksi dan pembiayaan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri. Karena itu, kolaborasi antara BTN dan Indonesia Fashion Week merupakan langkah strategis untuk mendukung pelaku industri fashion, UMKM, serta pertumbuhan ekonomi kreatif nasional," kata Frengky.
Melalui Bale by BTN, pengunjung dapat menikmati kemudahan transaksi digital, beragam promo, serta akses pembelian tiket pre-sale BTN Indonesia Fashion Week 2026 yang akan segera dibuka.
Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu fokus utama penyelenggaraan BTN Indonesia Fashion Week 2026. Melalui tema "Ulos Simetria", provinsi tersebut memanfaatkan ajang ini sebagai sarana memperkenalkan budaya, pariwisata, UMKM, dan potensi ekonomi kreatif kepada pasar nasional maupun internasional.
Baca Juga: Moscow Fashion Week 2026 Tampilkan 300 Brand, Angkat Desainer Muda hingga Isu Keberlanjutan
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Dedi Arian Rizki Siregar, mengatakan keikutsertaan Sumatera Utara sebagai Official Theme menjadi momentum penting untuk memperkenalkan identitas budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
"Melalui tema Ulos Simetria, Sumatera Utara tidak hanya menampilkan Ulos sebagai produk budaya, tetapi juga menghadirkan narasi mengenai identitas, kreativitas, dan transformasi budaya yang relevan dengan perkembangan industri saat ini. Harapannya, partisipasi ini dapat memperkuat citra Sumatera Utara sebagai daerah yang kaya budaya sekaligus terbuka terhadap inovasi dan kolaborasi," ujarnya.
Selain memperkenalkan budaya daerah, keikutsertaan Sumatera Utara juga diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin, desainer, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif setempat.
Pada tingkat internasional, BTN Indonesia Fashion Week 2026 kembali menjalin kerja sama dengan Italian Trade Agency yang menghadirkan ASSOMAC, asosiasi industri mesin kulit asal Italia. Kemitraan ini bertujuan memperkuat kerja sama Indonesia dan Italia dalam pengembangan industri kulit berkelanjutan, sekaligus membuka akses terhadap teknologi, peningkatan kompetensi, serta peluang kemitraan internasional bagi pelaku industri kulit Indonesia.
BTN Indonesia Fashion Week 2026 juga menggandeng PT Unitama Sari Mas melalui merek Dahlia Teh Keraton sebagai The Signature Scent of BTN Indonesia Fashion Week 2026.
President Director PT Unitama Sari Mas, Anne Wonsono, mengatakan kehadiran aroma khas Dahlia diharapkan mampu menghadirkan pengalaman multisensori yang memadukan dunia fashion dan wewangian selama acara berlangsung.
"Bersama Dahlia Teh Keraton sebagai The Signature Scent of Indonesia Fashion Week 2026, kami menghadirkan satu dimensi baru, yaitu fragrance. Kami percaya fragrance memiliki kekuatan yang sama seperti fashion, membangkitkan emosi, menciptakan memori, dan menjadi sumber inspirasi. Harapan kami, ketika orang mengenang Indonesia Fashion Week 2026, mereka tidak hanya mengingat koleksi yang mereka lihat di runway, tetapi juga aroma khas yang menjadi bagian dari setiap momen yang mereka alami," tutur Anne.
Rangkaian Campaign Launch ditutup dengan pemutaran video kampanye BTN Indonesia Fashion Week 2026 serta penampilan mini runway bertajuk "6 Icons BTN Indonesia Fashion Week 2026" yang memberikan gambaran awal mengenai arah visual dan kreativitas yang akan ditampilkan pada penyelenggaraan utama.
BTN Indonesia Fashion Week 2026 akan menghadirkan ratusan desainer, exhibitor, pelaku UMKM, serta beragam agenda seperti fashion show, pameran, business forum, talkshow, hingga aktivasi kolaboratif yang mempertemukan pelaku industri, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan mitra internasional.
Melalui tema "Ulos Simetria", penyelenggara berharap BTN Indonesia Fashion Week 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi karya kreatif Indonesia, tetapi juga semakin memperkuat budaya sebagai sumber inovasi sekaligus penggerak ekonomi kreatif nasional.