PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mencatat kinerja positif sepanjang semester I 2026. Total kredit dan pembiayaan perseroan tumbuh 6,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp247,2 triliun.

Pertumbuhan juga terlihat pada dana murah atau current account and savings account (CASA) yang meningkat 6,9% YoY menjadi Rp193,1 triliun. Sementara itu, laba sebelum pajak konsolidasian tercatat sebesar Rp4,3 triliun dengan earnings per share (EPS) mencapai Rp136,67.

Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan kinerja tersebut ditopang pertumbuhan kredit dan CASA yang berkelanjutan serta implementasi strategi bisnis secara disiplin.

Baca Juga: Kolaborasi CIMB Niaga dan Ajaib Hadirkan Akses Kelola Keuangan dan Investasi dalam Satu Genggaman

“Kami bersyukur dapat meraih kinerja yang stabil pada semester pertama 2026, didukung pertumbuhan pada kredit/pembiayaan dan dana murah (CASA) yang berkelanjutan, serta implementasi strategi yang disiplin,” ujar Lani dikutip Olenka pada Senin (17/08/2026). 

Dari sisi pendapatan, pendapatan operasional CIMB Niaga tumbuh 6,8% YoY, sedangkan laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit) meningkat 6,5% YoY.

Peningkatan kontribusi pendapatan nonbunga turut membantu mengimbangi penurunan pendapatan bunga bersih sehingga mendukung pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan.

Baca Juga: CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor

Di sisi kualitas aset, gross non-performing loans (NPL) CIMB Niaga membaik menjadi 1,83%. Pada periode yang sama, perseroan juga memperkuat pencadangan secara prudent untuk perusahaan multifinance sesuai ketentuan regulator.

“Secara keseluruhan, hasil ini mencerminkan ketahanan fundamental bisnis kami, sekaligus komitmen untuk terus membangun bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Lani.

Aset Tembus Rp382 Triliun

Per 30 Juni 2026, total aset konsolidasian CIMB Niaga mencapai Rp382 triliun, naik 6,7% YoY. Dengan pencapaian tersebut, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 2,8% YoY menjadi Rp269,3 triliun. Rasio CASA juga meningkat menjadi 71,7%.

Dari sisi penyaluran kredit, pertumbuhan 6,6% YoY terutama didorong kinerja sejumlah segmen utama. Perbankan Korporasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,8% YoY, disusul Perbankan Komersial 4,6%, Usaha Kecil Menengah (UKM) 2,9%, dan Perbankan Konsumer 0,1%.

Baca Juga: CIMB Niaga Resmikan Digital Branch Pasirkaliki di Bandung

Untuk kredit ritel, pertumbuhan terutama berasal dari Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat 4,7% YoY.

Di lini perbankan syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga Syariah mempertahankan posisi sebagai UUS terbesar di Indonesia. Per 30 Juni 2026, total pembiayaan CIMB Niaga Syariah mencapai Rp54 triliun, sedangkan DPK tercatat Rp50,9 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan syariah didukung momentum di segmen ritel. CIMB Niaga Syariah juga memperkuat struktur pendanaan melalui perluasan jaringan komunitas dan peningkatan kontribusi dana murah.

Pembiayaan Berkelanjutan Capai Rp66 Triliun

Aspek keberlanjutan juga menjadi bagian dari strategi pertumbuhan CIMB Niaga. Pada semester I 2026, perseroan mencatat pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp66 triliun atau 26,7% dari total outstanding pembiayaan.

Pembiayaan tersebut antara lain disalurkan ke sektor energi terbarukan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta sustainability-linked financing.

CIMB Niaga juga memperkuat penerapan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) sebagai kerangka untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan aktivitas pembiayaan berkelanjutan dalam portofolio korporasi, UMKM, dan konsumer.

Baca Juga: CIMB Niaga Lanjutkan Bantuan Pembiayaan UMKM di Indonesia Timur

“Penanganan perubahan iklim memerlukan komitmen jangka panjang dan aksi kolektif yang konsisten. Di CIMB Niaga, kami terus mempercepat agenda dekarbonisasi melalui pengurangan jejak operasional serta perluasan pembiayaan berkelanjutan guna mendukung transisi yang inklusif dan berkeadilan menuju ekonomi rendah karbon,” ujar Lani.

Lebih dari 90% Transaksi Dilakukan secara Digital

Digitalisasi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan CIMB Niaga. Perseroan mencatat lebih dari 90% transaksi nasabah telah dilakukan melalui kanal digital, termasuk OCTO, OCTOBIZ, ATM, dan OCTO Pay.

Hingga 30 Juni 2026, CIMB Niaga telah mengoperasikan 38 Digital Branch dan 28 Digital Hub di berbagai wilayah Indonesia.

Platform digital OCTO juga terus dikembangkan dengan berbagai layanan, mulai dari transfer BI-FAST, pembayaran QRIS domestik dan lintas negara, pengisian saldo e-wallet, pembayaran tagihan, hingga berbagai kebutuhan finansial lainnya.

Sejak kuartal II 2026, OCTO menghadirkan sejumlah fitur baru, termasuk penukaran Poin Xtra menjadi Asia Miles, pengajuan surat referensi bank untuk kebutuhan visa, pengisian arrival card untuk negara tertentu, hingga akses terhadap berbagai solusi pembiayaan dan proteksi.

Transaksi investasi melalui OCTO juga menunjukkan pertumbuhan. Pada semester I 2026, transaksi reksa dana meningkat 48% YoY, sementara transaksi obligasi melonjak 112% YoY.

Adapun transaksi QRIS melalui OCTO tumbuh 65% YoY dan pembukaan rekening pertama melalui OCTO meningkat 89% YoY.

Untuk nasabah bisnis, CIMB Niaga mengembangkan OCTOBIZ dengan layanan seperti pembayaran massal, pembayaran pajak, transaksi valuta asing secara daring, hingga pengelolaan jadwal pembayaran.

Perkuat Layanan Nasabah High-Net-Worth

CIMB Niaga juga memperkuat bisnis wealth management melalui CIMB Private Wealth yang diluncurkan pada awal 2026.

Layanan tersebut ditujukan bagi individu dengan total dana kelolaan mulai dari Rp5 miliar, dengan solusi yang mencakup pengelolaan investasi, pembiayaan, proteksi, hingga perencanaan kekayaan lintas generasi.

CIMB Private Wealth bertumpu pada tiga pilar, yakni True Experiences, True Value, dan True Access.

“Melalui peluncuran CIMB Private Wealth, kami berkomitmen mendampingi nasabah dalam setiap tahap perjalanan pengelolaan kekayaannya. Dengan dukungan solusi yang komprehensif, layanan konsultasi yang personal, serta akses ke kapabilitas regional CIMB Group, kami ingin menjadi mitra tepercaya dalam membantu nasabah menjaga, mengembangkan, dan mewariskan kekayaan kepada generasi berikutnya,” kata Lani.

Dari sisi jaringan, per 30 Juni 2026 CIMB Niaga memiliki 383 cabang dan jaringan, termasuk 28 Digital Lounge. Perseroan juga didukung 2.123 ATM, serta 506.806 EDC, QR, dan e-Commerce.

Lani mengatakan, CIMB Niaga akan terus menjalankan strategi Forward30 dengan fokus pada pertumbuhan kredit berkualitas, penguatan CASA, diversifikasi pendapatan, serta pengembangan layanan wealth management, transaction banking, dan ekosistem digital.

“Sejalan dengan purpose kami, yaitu Advancing Customers & Society, kami berkomitmen untuk terus tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus menciptakan nilai yang bermakna dan berkelanjutan bagi nasabah, pemegang saham, dan masyarakat,” tutup Lani.