Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung peluncuran Pedoman Pengarusutamaan Gender (PUG) di Sektor Kelapa Sawit sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan industri sawit yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Peluncuran pedoman tersebut dilakukan dalam rangkaian Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 di Jakarta. Secara simbolis, Buku Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit diserahkan oleh Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Amurwani Dwi Lestariningsih, didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, kepada perwakilan instansi pemerintah dan asosiasi terkait.

Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, mengatakan bahwa keberlanjutan industri kelapa sawit tidak hanya ditentukan oleh inovasi dan pengelolaan lingkungan, tetapi juga oleh adanya kesempatan yang setara bagi perempuan dan laki-laki untuk terlibat dan memperoleh manfaat dari sektor tersebut.

Baca Juga: AKPY, BPDP, dan Ditjenbun Tekankan Pentingnya Panen dan Pascapanen untuk Dongkrak Produktivitas Sawit

"Peluncuran pedoman ini merupakan bentuk dukungan BPDP terhadap upaya pemerintah dalam mengarusutamakan gender di sektor kelapa sawit. Kami berharap pedoman ini dapat menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan dan program yang lebih inklusif," ujar Eddy dalam keterangan resmi yang diterima Olenka pada Jumat (24/07/2026).

Pedoman PUG di sektor kelapa sawit disusun sebagai panduan bagi pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, perguruan tinggi, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mengintegrasikan perspektif gender di seluruh rantai nilai industri sawit.

Melalui pedoman ini, diharapkan perempuan dan laki-laki memiliki akses, kesempatan, partisipasi, dan manfaat yang setara, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program.

Baca Juga: INNOPROM 2026: BPDP Dukung Penguatan Kemitraan Sawit Indonesia dan Rusia

Selain itu, pedoman tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi perempuan, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta mendukung tata kelola industri sawit yang semakin baik dan berkelanjutan.

BPDP bersama pemerintah berharap pengarusutamaan gender dapat menjadi bagian integral dalam pembangunan sektor kelapa sawit nasional, sehingga industri sawit Indonesia tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing, tetapi juga menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan.