Menuru Christ, jaringan yang semakin baik akan mendukung berbagai aktivitas digital, mulai dari bekerja jarak jauh, belajar, panggilan video, streaming 4K, bermain gim dengan latensi rendah, hingga pemanfaatan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Sebagai implementasi dari peningkatan kualitas jaringan tersebut, XLSMART juga menghadirkan XL Ultra 5G+ yang menawarkan kecepatan hingga 500 Mbps, latensi rendah, teknologi Network Slicing, fitur Auto 5G, serta cakupan 5G yang terus diperluas.

Pelanggan juga memperoleh berbagai nilai tambah seperti Double 5G Quota, Free Roaming di sembilan negara, akses Google Gemini selama enam bulan, serta Entertainment Hub.

Saat ini jaringan XL Ultra 5G+ telah menjangkau lebih dari 50 kota dan kabupaten, dengan target mencapai 88 kota/kabupaten pada akhir 2026. Secara keseluruhan, jaringan XLSMART didukung lebih dari 253 ribu BTS yang melayani lebih dari 69 juta pelanggan di Indonesia.

Christ mengatakan, berbagai layanan premium tersebut kini semakin mudah diakses masyarakat.

"Kami ingin menghadirkan layanan premium yang semakin mudah diakses. Mulai dari jaringan yang lebih baik hingga berbagai manfaat digital yang relevan dengan kebutuhan pelanggan saat ini," tuturnya.

Sementara itu, CEO Ookla, Stephen Bye, menilai, keberhasilan XL meraih empat penghargaan sekaligus menunjukkan kepemimpinan perusahaan dalam kualitas jaringan seluler di Indonesia.

"Speedtest Awards™ merupakan pengakuan tertinggi atas performa jaringan di industri telekomunikasi. Keberhasilan XL meraih Best Mobile Network, Best 5G Network, Fastest 5G, dan Best 5G Video Experience di Indonesia pada paruh pertama 2026 menunjukkan kepemimpinannya dalam kualitas jaringan dan menetapkan standar baru bagi industri," terang Stephen.

Penjelasan lebih rinci mengenai metodologi penilaian disampaikan Senior VP Sales EMEA & APAC Ookla, Chafiq Traboulsi. Ia mengatakan, seluruh penghargaan didasarkan pada jutaan pengujian yang dilakukan langsung oleh pengguna melalui platform Speedtest.

"Platform Ookla memproses sekitar 11 juta pengujian setiap hari di lebih dari 150 negara," ujar Chafiq.

Chafiq memaparkan, kategori Best 5G Network dan Fastest 5G tidak hanya mengukur kecepatan unduh dan unggah, tetapi juga mempertimbangkan loaded latency, yaitu kemampuan jaringan tetap responsif saat trafik data sedang tinggi.

"Kecepatan unduh (download speed) menyumbang 70 persen bobot penilaian, kecepatan unggah (upload speed) 20 persen, serta download loaded latency dan upload loaded latency masing-masing 7,8 persen dan 2,2 persen," paparnya.

Untuk kategori Best Mobile Network, Ookla menggabungkan penilaian kecepatan jaringan, pengalaman menjelajah web, serta kualitas streaming video.

Sementara penghargaan Best 5G Video Experience mengukur kecepatan memulai video, minimnya buffering, hingga konsistensi kualitas tayangan Full HD.

Chafiq juga mengungkapkan, peningkatan performa jaringan XLSMART dalam setahun terakhir tergolong sangat signifikan dibandingkan operator lain.

"Perubahan performa XLSMART sangat signifikan. Kecepatan download media di jaringan XLSMART melompat tajam dari 41,8 Mbps menjadi 149 Mbps, jauh melampaui rata-rata kompetitor yang berada di kisaran 45 Mbps," pungkasnya.

Baca Juga: Menengok Perjalanan Panjang Merger XL Axiata dan Smartfren Jadi XLSmart