Penasihat Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab buka suara terkait absennya dirinya dalam aksi unjuk rasa selama beberapa tahun belakangan ini. Rizieq sudah sering memimpin aksi unjuk rasa besar-besaran seperti aksi 411 dan 212 di masa lampau.

Menurutnya ada fenomena anomali yang membuatnya memilih menahan diri untuk tidak turun ke jalan. Untuk sekarang ini Habib Rizieq menempatkan dirinya sebagai penonton. Dia menyebut saat ini sedang terjadi perang antar institusi, mereka saling membuka kejahatan masing-masing dan saling sikat satu dengan yang lainnya. 

Baca Juga: Habib Rizieq Teriak Lantang Desak Prabowo Bubarkan Ormas yang Bikin Rusuh Demo 27 Agustus: Giliran Menangkap Kiai Cepat, Sama Preman Takut!

"Kalau serigala sama serigala lagi ribut, jangan ikut campur. Kita ikut campur bisa kita yang mati. Saya ditanya kenapa tidak demo lagi? Saya jawab, tunggu dulu. Ini buaya lagi berkelahi, setan sama setan lagi ribut. Kalau buaya dan serigala lagi ribut, kita jangan ikut-ikutan. Diemin aje,"  kata Habib Rizieq dilansir Olenka.id Rabu (2/9/2026). 

"Adu domba kan haram yeh? Apalagi adu manusia. Tapi kalau adu setan, setan yang satu mati, satunya kecapekan, baru kita serbu. Pokoknya setan berkelahi, gelar tikar, bikin kopi sama singkong rebus, duduk, minum, tonton," sambungnya. 

Habib Rizieq kemudian menyoroti sejumlah kasus yang terjadi belakangan ini, salah satunya adalah kasus korupsi dan Tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret eks Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Kasus ini diungkap Polri setelah beberapa petinggi korps baju coklat ini ditangkap Kejagung karena kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN).

Habib Rizieq mengaku mendukung penuh upaya bersih-bersih antar instansi yang terjadi sekarang ini kendati peristiwa saling bongkar itu kerap berbuntut polemik yang berkepanjangan.

Baca Juga: Ditantang Baku Hantam, Hercules Blak-blakan Soal Keselamatan Habib Bahar Kalau Berani Datangi Kantor Grib Jaya

"Sekarang lihat pejabat pada ribut. Koruptor sama koruptor ribut, Saudara. Ada jenderal polisi korupsi miliaran bahkan ratusan miliar ditangkap sama jaksa. Polisi cari lagi jaksa yang korupsi, ketemu satu jaksa emasnya 74 kilo ditangkap lagi sama polisi. Jaksa tangkap polisi, polisi tangkap jaksa," pungkasnya.