Growthmates, memiliki dana darurat merupakan salah satu fondasi penting dalam perencanaan keuangan. Dana ini berfungsi sebagai bantalan ketika terjadi kondisi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, sakit, atau kebutuhan mendesak lainnya.

Namun, masih banyak orang yang bingung menentukan berapa nominal dana darurat yang ideal.

Financial Consultant @zapfinance, Ghita Argasasmita, CFP, membagikan cara sederhana untuk menghitung dana darurat berdasarkan konsep pengelolaan keuangan yang ia kembangkan, yaitu metode UCITA.

"Berangkat dari konsep budgeting yang aku namain UCITA. Utama itu adalah U 40%, cicilan atau CI maksimal 30%, tabungan TA 20%, hiburan 10%," terang Ghita, dalam sebuah video sebagaimana dikutip dari laman Instagram pribadinya, Jumat (17/7/2026).

Dalam metode yang dijelaskan Ghita tersebut, pengeluaran dibagi menjadi empat pos utama, yaitu kebutuhan pokok sebesar 40% dari penghasilan, cicilan maksimal 30%, tabungan atau investasi 20%, serta hiburan sebesar 10%.

Menurut Ghita, dasar perhitungan dana darurat bukan berasal dari total gaji, melainkan dari gabungan kebutuhan utama dan cicilan yang jika dijumlahkan mencapai 70% dari pendapatan.

"Dasar perhitungan dana darurat adalah UCI, 40% plus 30%, yaitu 70%," jelasnya.

Baca Juga: Bukan Dana Pendidikan, Ini Investasi Terbaik untuk Anak Menurut Financial Planner

Sebagai contoh, jika seseorang memiliki gaji sebesar Rp10 juta per bulan, maka 70% dari penghasilan tersebut adalah Rp7 juta. Angka inilah yang menjadi dasar untuk menghitung besaran dana darurat.

Ghita menjelaskan bahwa dana darurat minimal sebaiknya setara dengan tiga kali pengeluaran utama dan cicilan.

"Kalau gaji kamu adalah Rp10 juta, 70% dari Rp10 juta itu Rp7 juta. Nah, dana darurat kamu minimal adalah 3 kali Rp7 juta, yaitu Rp21 juta, dan maksimalnya 12 kali, yaitu Rp84 juta. That simple," katanya.

Menurutnya, target dana darurat dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Bagi seseorang yang masih lajang, dana darurat minimal sebesar tiga kali pengeluaran utama umumnya sudah cukup sebagai perlindungan awal.

Namun, bagi mereka yang telah berkeluarga, Ghita menyarankan agar berupaya mencapai jumlah dana darurat yang lebih besar karena tanggung jawab finansial juga semakin meningkat.

"Kalau kamu single, kamu masih bisa kejar tiga kali pengeluaran utama dan cicilan tadi. Tapi kalau sudah berkeluarga, usahain banget capai nilai maksimal," pungkas Ghita.

Baca Juga: Gaji Selalu Habis? Begini Cara agar Tak Cuma Numpang Lewat Menurut Pakar Keuangan