Selama bertahun-tahun, telur kerap disalahkan sebagai pemicu utama kenaikan kolesterol darah. Namun, berbagai riset medis modern kini mematahkan anggapan tersebut.

Melansir dari laman Health, penelitian terbaru menunjukkan bahwa lemak jenuh (saturated fat) dalam makanan jauh lebih berdampak pada lonjakan kolesterol jahat (LDL) ketimbang kolesterol makanan yang terkandung dalam telur. Bahkan, konsumsi telur dalam porsi wajar justru terbukti aman dan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat untuk jantung.

Lemak Jenuh Vs Kolesterol Telur

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menguji kaitan antara konsumsi telur, kolesterol makanan, dan lemak jenuh terhadap profil lipid tubuh.

Baca Juga: 3 Kebiasaan Sepele Ini Diam-diam Bisa Bikin Kolesterol Naik, Bukan soal Makanan!

Dalam studi tersebut, para peneliti melibatkan puluhan orang dewasa sehat yang menjalani tiga pola diet berbeda selama lima minggu secara bergantian:

  1. Diet Kontrol: Tinggi kolesterol dan tinggi lemak jenuh (maksimal 1 butir telur per minggu).
  2. Diet Telur: Tinggi kolesterol dari telur (2 butir per hari) tetapi rendah lemak jenuh.
  3. Diet Tanpa Telur: Rendah kolesterol tetapi tinggi lemak jenuh.

Penelitian membuktikan bahwa lemak jenuh lah yang memicu peningkatan kolesterol LDL, sementara kolesterol dari makanan tidak memberikan efek tersebut. Yang menarik, kelompok yang menjalani diet telur justru mengalami penurunan kadar kolesterol LDL (rata-rata sebesar 5,7 mg/dL) dibandingkan kelompok diet kontrol, sementara kelompok diet tanpa telur tidak menunjukkan penurunan serupa.

Bagaimana Makanan Memengaruhi Kolesterol Tubuh?

Banyak orang sering keliru menyamakan kolesterol makanan dengan kolesterol darah. Padahal, sebagian besar kolesterol dalam darah tidak berasal dari makanan yang kita konsumsi, melainkan diproduksi sendiri oleh organ hati (liver).

  • Peran Lemak Jenuh: Ketika kamu mengonsumsi terlalu banyak makanan tinggi lemak jenuh, organ hati akan dirangsang untuk memproduksi lebih banyak kolesterol secara keseluruhan sekaligus mengurangi kemampuan tubuh membersihkan kolesterol LDL dari aliran darah.
  • Kompensasi Alami Tubuh: Para ahli menjelaskan bahwa ketika asupan kolesterol dari makanan meningkat, tubuh secara otomatis menurunkan produksi kolesterol mandirinya sebagai bentuk kompensasi.