Seblak, kuliner khas Bandung dengan cita rasa pedas dan tekstur kenyal, belakangan menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan kasus kista ovarium.
Sebuah video viral di TikTok menampilkan seorang perempuan di Bekasi yang mengalami perut membuncit menyerupai kondisi hamil. Ia mengklaim kista ovarium yang dialaminya dipicu kebiasaan mengonsumsi seblak hampir setiap hari.
Namun, benarkah klaim tersebut? Melansir dari berbagai sumber pada Kamis (28/05/2026), berikut fakta dan informasi yang telah dirangkum:
Baca Juga: Rekomendasi Olahraga yang Aman dan Menyehatkan bagi Penderita Kista Ovarium
Belum Ada Bukti Ilmiah
dr. I Gusti Ayu Sri Darmayani, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, menyatakan hingga saat ini belum ada jurnal ilmiah yang membuktikan bahwa konsumsi seblak secara spesifik dapat menyebabkan kista ovarium.
“Kista ovarium adalah kondisi multifaktor. Faktor pemicu paling sering adalah gangguan hormonal dan gangguan ovulasi, bukan karena seblak,” jelasnya.
Senada, dr. M. Luky Satria Syahbana Marwali, Sp.OG, Subsp.KFER dari Brawijaya Hospital Antasari menegaskan bahwa tidak ada makanan tertentu yang secara spesifik menyebabkan kista.
Baca Juga: 7 Makanan yang Perlu Dihindari Penderita Endometriosis
“Tidak ada makanan yang spesifik menyebabkan kista. Makanan yang memengaruhi kesuburan juga tidak ada, selama dikonsumsi secara wajar,” ujarnya.
Mengenal Kista Ovarium
Kista ovarium merupakan kantung berisi cairan yang terbentuk di dalam atau permukaan ovarium. Kondisi ini umumnya terjadi pada perempuan usia reproduktif dan memiliki penyebab yang kompleks.
Faktor risiko utama kista ovarium meliputi gangguan hormonal berupa ketidakseimbangan estrogen dan progesteron, gangguan ovulasi ketika folikel gagal pecah atau tidak mengecil setelah ovulasi, faktor genetik seperti riwayat keluarga dengan kista atau PCOS (Polycystic Ovary Syndrome), inflamasi kronis, serta kondisi metabolik seperti obesitas, resistensi insulin, dan PCOS.
Baca Juga: 7 Makanan yang Perlu Dihindari Penderita PCOS agar Hormon Tetap Stabil
Dengan demikian, kista ovarium tidak disebabkan oleh makanan tertentu, termasuk seblak.
Meski demikian, konsumsi berlebihan serta pola hidup tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan hormon yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi kesehatan reproduksi.
Mengapa Seblak Dikaitkan?
Seblak umumnya mengandung bahan olahan seperti kerupuk, mi instan, penggunaan minyak berlebih, kadar garam dan gula yang cukup tinggi, serta tergolong makanan ultra-proses.
Pola makan tinggi makanan olahan, rendah serat, tinggi lemak jenuh, gula sederhana, dan natrium diketahui berkaitan dengan peningkatan peradangan sistemik serta stres oksidatif yang dapat memengaruhi fungsi ovarium.
Konsumsi makanan tidak seimbang dalam jangka panjang dapat mengganggu pembentukan sel telur pada ovarium, sehingga berpotensi memengaruhi ovulasi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan seperti PCOS maupun kista fungsional.
Mitos vs Fakta
Setelah mengetahui tentang penyakit kista ovarium, berikut sejumlah fakta dan mitos yang beredar di tengah masyarakat yang perlu diluruskan:
Klaim: “Seblak menyebabkan kista ovarium”
Mitos, karena hingga kini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan hubungan langsung antara konsumsi seblak dan kista ovarium.
Klaim: “Makan seblak berlebihan meningkatkan risiko gangguan hormon”
Fakta, sebab pola makan tidak sehat dapat memicu inflamasi dan resistensi insulin yang memengaruhi keseimbangan hormon.
Klaim: “Tidak ada makanan spesifik penyebab kista”
Fakta, karena kista ovarium umumnya dipicu banyak faktor (multifaktor), bukan oleh satu jenis makanan tertentu.
Klaim: “Terlalu banyak makan seblak dapat memengaruhi kesuburan”
Perlu dipahami dalam konteks pola makan keseluruhan, karena konsumsi berlebihan dan tidak seimbang dapat memengaruhi proses ovulasi.
Viralnya kasus ini mencerminkan tingginya perhatian publik terhadap kesehatan reproduksi perempuan. Namun, informasi kesehatan tetap perlu disikapi secara hati-hati dan berbasis bukti ilmiah.
Di satu sisi, tidak tepat menyimpulkan satu jenis makanan sebagai penyebab utama penyakit kompleks seperti kista ovarium. Di sisi lain, pola makan berlebihan dan tidak seimbang tetap dapat berdampak pada kesehatan.
Kuncinya bukan menghindari seblak sepenuhnya, melainkan mengonsumsinya secara bijak. Seblak yang dikonsumsi berlebihan dan terlalu sering, tanpa diimbangi asupan sayur, protein, dan serat, dalam jangka panjang tetap kurang baik bagi kesehatan.
Tips Sehat Menikmati Seblak
- Batasi frekuensi konsumsi – Cukup 1–2 kali per minggu, tidak setiap hari.
- Pilih bahan lebih segar – Perbanyak sayuran dan kurangi mi instan atau bahan olahan.
- Kurangi level pedas dan minyak – Konsumsi berlebihan dapat memicu gangguan lambung.
- Tambahkan protein dan serat – Misalnya telur, tahu, tempe, dan sayuran.
- Rutin berolahraga – Minimal 30 menit per hari, lima kali seminggu.
- Waspadai gejala – Jika mengalami perut kembung berkepanjangan, nyeri panggul, atau gangguan kesuburan, segera periksakan diri ke dokter.
Sering mengonsumsi seblak tidak terbukti secara langsung menyebabkan kista ovarium. Namun, konsumsi berlebihan dalam jangka panjang disertai pola hidup tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan hormonal.
Kista ovarium lebih banyak dipengaruhi faktor hormonal, gangguan ovulasi, genetik, serta kondisi metabolik. Karena itu, seblak tetap dapat dinikmati secukupnya sambil menjaga pola makan dan gaya hidup sehat.
Masyarakat juga diimbau lebih cermat menyikapi informasi kesehatan yang viral di media sosial dan mengutamakan rujukan berbasis bukti ilmiah.