Donald menilai, strategi jangka panjang semacam itu hanya dapat berjalan apabila perusahaan memiliki struktur organisasi yang mampu mengelola dua fokus sekaligus, yakni menjaga kinerja bisnis yang sudah berjalan dan membangun bisnis masa depan.

Menurutnya, kedua fungsi tersebut sebaiknya dipisahkan karena membutuhkan pendekatan dan budaya kerja yang berbeda, meski tetap berada di bawah kepemimpinan CEO atau direksi yang sama.

"Yang paling efektif memang dibuat berbeda. Ada tim yang fokus mengelola bisnis masa kini, dan ada tim lain yang memang dibentuk untuk berpikir tentang masa depan. Tetapi keduanya tetap diarahkan oleh CEO atau direksi yang sama," ungkapnya.

Donald pun menjelaskan bahwa unit bisnis yang mengelola operasional sehari-hari umumnya bekerja dengan prosedur yang ketat untuk menjaga stabilitas dan konsistensi.

Sementara itu, kata dia, tim yang bertugas menciptakan bisnis masa depan perlu diberi keleluasaan untuk bereksperimen, berinovasi, dan bekerja layaknya perusahaan rintisan (startup).

"Budaya kerjanya memang berbeda. Organisasi yang sudah besar biasanya sangat mengikuti SOP dan tidak boleh banyak melakukan kesalahan. Sementara tim masa depan harus lebih adaptif, agile, kreativitasnya didorong, bahkan diberi ruang untuk mencoba dan melakukan kesalahan sebagai bagian dari proses inovasi," terangnya.

Menurut Donald, keberhasilan transformasi perusahaan tidak hanya bergantung pada strategi bisnis, tetapi juga pada kemampuan organisasi membangun budaya kerja yang sesuai dengan fungsi masing-masing tim.

Dikatakan Donald, tim operasional tetap harus menjalankan bisnis dengan disiplin dan standar yang tinggi, sedangkan tim inovasi membutuhkan fleksibilitas agar mampu merespons perubahan pasar dan perkembangan teknologi dengan cepat.

"Budaya kerjanya sangat berbeda. Nah, dengan setup seperti ini, ada banyak perusahaan yang mengalami keberhasilan dalam melakukan proses transformasinya," tutup Donald.

Baca Juga: Hermanto Tanoko: Kesuksesan Bisnis Tidak Ditentukan Privilege, tetapi Mindset dan Tekad