Guru Besar Kepemimpinan Bisnis di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), Donald Crestofel Lantu, mengatakan bahwa cara paling efektif dalam menghadapi karyawan yang manipulatif adalah dengan melakukan mitigasi sejak dini.
Donald Lantu menjelaskan, cara untuk memitigasi agar karyawan tidak melakukan tindakan manipulatif adalah dengan membuat aturan dan tata kelola sehingga terdapat standar perilaku di perusahaan.
Baca Juga: Ini Rahasia Sukses Amazon Menurut Jeff Bezos: Karyawan Harus Berpikir Seperti Pemilik
"Setiap karyawan harus diberikan sosialisasi ya pada saat onboarding sehingga dia bisa pelajari apa yang dibolehkan dan apa yang tidak diperbolehkan di dalam perusahaan. Atasan juga perlu dilatih, diberikan kemampuan untuk coaching ya, agar kemudian juga bisa mencegah agar hal-hal yang sifatnya pelanggaran, baik ringan, sedang, maupun berat itu bisa dicegah sediri mungkin," ungkapnya kepada Olenka, dikutip pada Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan pelanggaran terhadap aturan bisa dikategorikan ke dalam tiga jenis yaitu kesalahan ringan, sedang, dan berat. Kategorisasi tersebut penting agar perusahaan dapat menerapkan mekanisme penegakan disiplin secara objektif dan proporsional.
Apabila seorang karyawan melakukan manipulasi yang masuk kategori pelanggaran ringan maka perusahaan bisa memberikan teguran sebagai bentuk koreksi dan pembelajaran.
Kemudian apabila seorang karyawan melakukan manipulasi yang masuk ke dalam pelanggaran berat dan berpotensi merugikan perusahaan maka atasan perlu mengambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
"Kalau dia melakukan manipulasi terhadap keuangan misalnya, itu masuk kategori pelanggaran berat dan tentu tindakan tegas atau bahkan pemecatan menjadi sebuah opsi. Tapi, jika dia manipulasi dalam hal waktu atau yang ringan, berikan teguran-teguran lisan dan dorong untuk agar dia untuk tidak mengulangi perbuatannya," tambahnya.